Ads

Friday, 21 April 2017

Film Fast Furious 8 sebagai media promosi Wisata

Dunia perfilman saat ini banyak mengambil gambar di tempat-tempat terkenal di dunia. Tak terkecuali film Fast and Furious 8 yang lagi viral dikalangan remaja saat ini. Pengambilan gambar dilokasi wisata secara tidak langsung merupakan salah satu media promosi paling efektif. Pasalnya, dengan adanya tempat wisata atau destinasi wisata disuatu wilayah yang diekspos dan dimasukan kedalam film akan menambah rasa ingin tahu pada saat pertama melihat, yang kedua yaitu rasa ingin pergi ke tempat itu sehingga lama kelamaan destinasi wisata di daerah tersebut menjadi terangkat dan kemudian bisa terkenal.

Seperti film Fast and Furious yang mengambil setting di Kuba,Film lain misalnya Mission Imposible yang mengambil setting di Burj Khalifa UEA, dll

Kebocoran Pariwisata (Tourism Leakage)

Kok pariwisata bisa bocor ? kenapa 
apa itu kebocoran dalam dunia pariwisata ?

kebocoran pariwisata dapar terjadi dalam beberapa hal, dalam hai ini saaya akan mencontohkan satu kasus. Jika anda pergi ke suatu tempat wisata yang ada pengelolanya dan memiliki izin untuk mengelolanya, biasanya tempat itu memiliki tiket masuk. Jika kamu masuk ke tempat wisata tersebut dan membayar sesuai dengan biaya retribusinya akan tetapi tidak diberi tiket oleh petugas, hal semacam ini merupakan salah satu kasus kebocoran pariwisata. Artinya, pendapatan yang masuk tidak seperti kenyataan yang diterima, terus uangnya lari kemana coba ? padahal uang masuk itu berdasarkan tiket yang terjual dan dari dari tiket itu pula dapat dilihat statistik pengunjung yang berkunjung pada saat itu.

Terus Bagaimana Meminimalisir Kejadian seperti ini ?
Untuk tempat wisata yang sudah maju tentu bisa menggunakan e-tiket, lalu bagaimana dengan yang ada di pedesaan seperti desa wisata dll ? Hal ini kembali lagi pada oknum petugas tadi, tentunya perlu adanya revolusi mental, perlu adanya standar gaji, sehingga mereka bisa bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tuesday, 18 April 2017

Daftar Desa Wisata di Kabupaten Klaten


Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan kerajinan tanduk kerbau dan penyu yang merupakan kerajinan khas. Desa wisata dekat dengan Sumber Air Ingas dan kawasan pemancingan Janti, Melihat proses pembuatan kerajinan, membeli/berbelanja hasil kerajinan tanduk dan penyu sebagai cenderamata.








Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan arena pemancingan dan rumah makan yang utamanya menyajikan menu ikan seperti ikan bakar dan ikan goreng sesuai pesanan pembeli. Di desa pemancingan ini terdapat puluhan rumah makan dan tempat-tempat pemancingan ikan yang sekedar digunakan untuk menghabiskan waktu luang dan bersantai.




Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa makam Ki Ageng Pandanaran yang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Juga terdapat Sendang Maerokoco dan banyak sentra kerajinan seperti topeng kayu, keramik dan batik tulis, Berziarah, mengunjungi sentra kerajinan, trekking di dataran tinggi Jabalkat







Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Rowo Jombor yang di atasnya terdapat banyak warung apung yang menyajikan berbagai menu makanan ikan air tawar termasuk ikan goreng dan ikan bakar, Memancing, makan (menikmati hidangan menu ikan goreng/ikan bakar), rekreasi, dll





Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sebuah sendang yang diyakini dapat memberikan tambahan rejeki yaitu Sendang Bulus Jimbung. Desa ini memiliki sebuah pegunungan kapur yang cukup menarik untuk kegiatan panjat tebing, yang di atasnya ada sebuah bangunan rumah tua yang dihuni oleh demit sehingga masyarakat menyebutnya rumah demit. Melakukan ritual di Sendang Bulus Jimbung, mengunjungi rumah dhemit.



Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sentra kerajinan/pembuatan keramik dengan cara/metode pembuatan yang unik yakni dengan teknik putaran miring yang merupakan budaya ketimuran karena sebagian pengrajinnya kebanyakan wanita, Menyaksikan proses pembuatan kerajinan keramik, membeli keramik sebagai cenderamata.





Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa seni pertunjukan rakyat sehingga setiap saat wisatawan yang datang dapat menikmati alunan Gejog Lesung, tari-tarian, dan kesenian yang lain dan juga ada wisata pertanian dan aneka ragam seperti kerajinan wayang kayu.




  




Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Sendang Sinongko, yang didukung oleh kerajinan replika mobil dll. Desa ini mempunyai kegiatan ritual bersih sendang dengan penyembelihan kambing yang mencapai ratusan ekor, Menyaksikan upacara tradisional bersih sendang, menyaksikan pembuatan seni kerajinan.







Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa kolam renang yang memanfaatkan sumber mata air karena dekat dengan obyek wisata Sumber Air Ingas. Di samping itu juga terdapat wisata pertanian (agrowisata) dan perikanan. berenang.



Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Makam Kyai Ageng Gribig tokoh penyebar agama Islam. Di samping itu juga terdapat banyak objek wisata ziarah lainnya seperti Masjid Alit, Masjid Besar Jatinom, Sendang Klampeyan, Sendang Suran, Sendang Jetis, Oro-oro Yaqowiyu, Oro-oro Tarwiyah, Goa Suran, Goa Pabelan, Goa Jetis. Di samping itu juga terdapat kampung kuno, museum Asmat, dan masjid kuno, Upacara Tradisional Penyebaran Apem atau yang lebih dikenal dengan sebutan Upacara Yaqowiyu. Ada juga peninggalan Kyai Ageng Gribig yang lain yang terletak di Desa Krajan yaitu Oro-Oro Tarwiyah, Berziarah, mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan perjalanan syiar agama Islam yang dilakukan oleh Ki Ageng Gribig.





Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa keanekaragaman wisata. Di daerah Serenan terdapat banyak pengrajin kayu jati dan olahan. Di Desa Sidowarno terdapat banyak pengrajin tatah sungging wayang kulit. Di Desa Tanjung juga banyak kita temukan pengrajin payung, Menyaksikan pembuatan tatah sungging wayang kulit, pembuatan mebel, pembuatan payung.






Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan wisata pedesaan dengan jelajah gunung Merapi, gua Jepang, dan dekat objek wisata Deles Indah, wisata agro, Menyaksikan pemandangan alam pegunungan (Gunung Merapi) yang indah.






Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan wisata pedesaan dengan jelajah gunung Merapi dan dekat objek wisata Deles Indah, Gumuk Petung, bekas Pesanggrahan Paku Buwono X, hotel, losmen, dan wisata agro, Menyaksikan pemandangan alam pegunungan (Gunung Merapi) yang indah.



Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan Museum Gula Jawa Tengah, pabrik pembuatan gula, lokomotif kuno, home stay dan restoran, Mengunjungi museum, menyaksikan proses produksi gula.







Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa semangat masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi budaya dari leluhur dengan upacara tradisional Tanjung Sari, yang diselenggarakan setahun sekali pada setiap bulan Sura (penanggalan Jawa). Di desa ini juga terdapat wisata agro, pengrajin suvenir dll, Menyaksikan upacara tradisional bersih desa Tanjung Sari.






Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa pusat kerajinan tenun ikat, wisata agro, dan juga terdapat pasar tradisional, Menyaksikan proses pembuatan tenun ikat, membeli tenun ikat sebagai cenderamata.


Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Bumi Perkemahan Kepurun dan wisata agro yang terletak di Desa Sapen. Sedangkan Desa Katik merupakan desa yang terkenal dengan seni Ketoprak dan warung makan Yati Pesek. Di Desa Kepurun terdapat Monumen Perata, Mengunjungi Monumen, berkemah



19. Desa Wisata Kebondalem Kidul (Kec. Prambanan)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Desa yang mempunyai daya tarik wisata, sumber daya budaya sumber daya ekonomi ( kerajinan seni batik, seni lukis, tenun sutra emas, kerajinan akik ) dan juga wisata agronyas serta pusat bonsai, Mengunjungi Taman Wisata Candi prambanan.


IMG_2745

Ucapan Selamat Datang Festifal Kesenian andi Sojiwan yang dilaksanakan oleh Desa Wisata Kebondalem Kidul

IMG_2749

Festival kesenian Candi Sojiwan. Festival diadakan setiap tahun oleh Desa Wisata Kebondalem, Prambanan
IMG_2760

Festival mempertunjukan berbagai kesenian dan budaya. Anak-anak kecil dengan semangat mengikuti dan berpartisipasi dala festival ini.

IMG_2800

Candi Sojiwan. Candi ini terletak di Desa Wisata Kebondalem, Prambanan, Klaten. Candi ini merupakan peninggalan sejarah yang layak untuk dikunjungi

Daftar Tempat Wisata di Klaten yang belum kamu ketahui

Objek dan daya tarik wisata (ODTW) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Klaten sangat beragam, baik dalam hal karakteristik objeknya maupun dalam kaitannya dengan faktor penunjang ODTW tersebut. Berikut akan disajikan analisis ODTW dengan menggunakan pendekatan 4-A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan aktivitas.

A. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM Klaten


B. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUATAN

C. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (WISATA ZIARAH)

Kabupaten Klaten memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata minat khusus berupa wisata ziarah. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut terdapat banyak makam dan tempat ritual lainnya yang banyak dikunjungi orang yang melakukan kegiatan ziarah, kegiatan religius dan kegiatan ritual lainnya. Potensi yang berupa makam tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan/desa di Kabupaten Klaten dan sebagian telah berkembang sebagai objek wisata yang cukup dikenal oleh pasar/wisatawan.

1.
Makam Kerabat Karaton Kartasura
2.
Makam Pahlawan 45 Jonggrangan
3.
Masjid Atta “Awun (Ds. Banaran Kec. Delanggu)
4.
Makam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI
5.
Makam Ki Ageng Perwito (Ds. Ngreden Kec. Wonosari)
6.
Astono Hargomulyo Gunung Wijil
7.
Makam Kyai Kaligawe (Ds. Kaligawe Kec. Pedan)
8.
Arca Nyi Loro Tanjungsari (Desa Ceper Kecamatan Ceper)
9.
Makam R. Ng. Ronggowarsito
10.
Makam Kyai Brojo Anilo (Desa Sajen Kecamatan Trucuk)
11.
Batu Megantoro (Desa Sajen Kecamatan Trucuk)
12.
Makam Ki Ageng Glego (Ds. Kalikebo Kec. Trucuk)
13.
Makam Ki Ageng Jayeng Resmi
14.
Makam Ki Nerangkusumo
15.
Petilasan Sunan Kalij
16.
Makam Gedhong Gedhe/Kyai Ageng MadSahar
17.
Makam Kyai Ketib Banyumeneng
18.
Masjid Besar SRIDJAJA (Ds. Bawak Kec. Cawas)
19.
Makam Ki Mireng Langse
20.
Makam Kyai Pandanaran
21.
Masjid Besar Sunan Pandanaran
22.
Makam Pangeran Wuragil Gunung Malang
23.
Makam Syech Kewel (Ds. Nengahan Kec. Bayat)
24.
Makam Syech Domba Gunung Cakaran
25.
Makam Sayid Habib (Desa Krakitan Kecamatan Bayat)
26.
Masjid Agung Kauman
27.
Makam Gusti Panembahan Agung
28.
Makam Eyang Gusti Semaring Gedhong Mindi
29.
Masjid Mindi (Ds. Kaligayam Kec. Wedi)
30.
Makam Kyai Ageng Syarifuddin
31.
Makam Kyai Melat
32.
Masjid Agung (Kelurahan Kabupaten Kec. Klaten Tengah)
33.
Komplek Makam Panembahan Romo, Pangeran Riyomenggolo
34.
Pesanggrahan Pakoe Boewono X
35.
Makam Kyai Maloyopati (Dk. Deles Ds. Sidorejo Kec. Kemalang)
36.
Makam Ki Ageng Gribig (Kelurahan Jatinom Kec. Jatinom)
37.
Masjid Besar Jatinom (Kelurahan Jatinom Kec. Jatinom)
38.
Masjid AlitJatinom (Kelurahan Jatinom Kec. Jatinom)
39.
Makam Sorowaden (Desa Kahuman Kec. Ngawen)
40.
Masjid Sorowaden (Desa Kahuman Kec. Ngawen)
41.
Makam Eyang Proyokusumo (Desa Kahuman Kec. Ngawen)
42.
Makam Kyai Imam Rozi
43.
Makam Nyai Sawunggaling (Desa Mayungan Kec. Ngawen)
44.
Makam Gedhong Drono Mandurorejo
45.
Makam Kyai Karsorejo
46.
Makam Nyai Ageng Anjang Mas
47.
Makam Kyai Ageng Putut Selogringging
48.
Makam Soejono Hoemardani (Ds. Janti Kec. Polanharjo)
49.
Makam Eyang Joyokartiko (Ds. Janti Kec. Polanharjo)
50.
Masjid Al-Fatah (Ds. Keprabon Kec. Polanharjo)

D. OBYEKDAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (PENINGGALAN SEJARAH) DI KLATEN

Di samping kaya dengan potensi wisata ziarah, Kabupaten Klaten juga memiliki potensi wisata budaya, khususnya yang berkaitan dengan peninggalan-peninggalan nenek moyang seperti candi, kesenian (seni pertunjukan) dan seni kerajinan. Beberapa peninggalan yang berupa candi antara lain adalah Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Sojiwan, Candi Plaosan, Candi Asu dan sebagainya. Di samping peninggalan sejarah yang berupa candi juga terdapat beberapa peninggalan yang berupa aset seni budaya baik seni kerajinan maupun seni pertunjukan.
  1. Taman Wisata Candi Prambanan (Dk. Ngringin Ds. Tlogo Kec. Prambanan)
  2. Candi Lumbung (Dk. Ngangkruk Ds. Tlogo Kec. Prambanan)
  3. Candi Bubrah (Dk. Ngangkruk Ds. Tlogo Kec. Prambanan)
  4. Candi Sewu (Dk. Ngangkruk Ds. Tlogo Kec. Prambanan)
  5. Candi Asu (Dk. Bener Ds. Bugisan Kec. Prambanan)
  6. Candi Plaosan Lor (Dk. Plaosan Ds. Bugisan Kec. Prambanan)
  7. Candi Plaosan Kidul (Dk. Plaosan Ds. Bugisan Kec. Prambanan)
  8. Candi Sojiwan (Dk. Banjarsari Ds. Kebondalem Kidul Kec. Prambanan)
  9. Candi Merak (Dk. Candi Ds. Karangnongko Kec. Karangnongko)
E. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (WISATA KERAJINAN)
    1. Sentra Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit
    2. Sentra Kerajinan Wayang Kayu (Ds. Gemampir Kec. Karangnongko)
    3. Sentra Kerajinan Payung
    4. Sentra Kerajinan Mebel Ukir (Ds. Serenan Kec. Juwiring)
    5. Sentra Industri Mebel (Ds. Sajen Kec. Trucuk)
    6. Sentra Industri Mebel (Ds. Gombang Kec. Cawas)
    7. Sentra Kerajinan Lurik (Desa Pedan Kecamatan Pedan)
    8. Sentra Industri Konveksi (Desa Wedi Kecamatan Wedi)
    9. Sentra Pembuatan Cor Logam
    10. Sentra Kerajinan Keramik
    11. Sentra Kerajinan Tanduk Kerbau (Sungu) dan Penyu
    12. Sentra Industri Alat Pertanian dan Alat Dapur
    13. Sentra Industri Alat Pertanian dan Alat Dapur
    14. Sentra Kerajinan Manik-Manik
    15. Rumah Seni Cempaka
    16. Rumah Batik Nusa Indah

F. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (UPACARA TRADISIONAL)
  1. Upacara Yaqowiyu (Kelurahan Jatinom, Kec. Jatinom)
  2. Upacara Bersih Sendang Sinongko (Desa Pokak, Kec. Ceper)
  3. Upacara Bersih Desa Tanjungsari (Desa Ceper, Kec. Ceper)
  4. Upacara Padusan
  5. Upacara Ruwahan/Jodangan (Desa Paseban, Kec. Bayat)
  6. Upacara Syawalan (Desa Krakitan, Kec. Bayat)
  7. Upacara Maleman (Desa Jonggrangan, Kec. Klaten Utara)
  8. Upacara Memuli (Desa Bawak, Kec. Cawas)
  9. Upacara Sadranan (Desa Ringinputih, Kec. Karangdowo)
G. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL)
    1. Wayang Orang
    2. Wayang Klitik
    3. Wayang Kulit
    4. Wayang Babad
    5. Jathilan
    6. Gejog Lesung
    7. Srandul
    8. Kethoprak
    9. Karawitan
    10. Srunthul 


    H. DESA WISATA

    1. Desa Wisata Keprabon (Kec. Polanharjo)Desa Wisata Janti (Ds. Janti Kec. Polanharjo)
    2. Desa Wisata Janti
    3. Desa Wisata Paseban (Kec. Bayat)
    4. Desa Wisata Krakitan (Kec. Bayat)
    5. Desa Wisata Jimbung (Kec. Kalikotes)
    6. Desa Wisata Melikan (Kec. Kalikotes)
    7. Desa Wisata Soran (Desa Duwet Kec. Ngawen)
    8. Desa Wisata Pokak (Kec. Ceper)
    9. Desa Wisata Ponggok (Kec. Polanharjo)
    10. Desa Wisata Jatinom (Kec. Jatinom)
    11. Desa Wisata Juwiring (Kec. Juwiring)
    12. Desa Wisata Tegalmulyo (Kec. Kemalang)
    13. Desa Wisata Sidorejo (Kec. Kemalang)
    14. Desa Wisata Plawikan (Kec. Jogonalan)
    15. Desa Wisata Ceper (Kec. Ceper)
    16. Desa Wisata Sobayan (Kec. Pedan)
    17. Desa Wisata Bugisan (Kec. Prambanan)
    18. Desa Wisata Manisrenggo (Kec. Manisrenggo)

9 Tari Bali “Warisan Budaya Tak Benda” UNESCO.


Jakarta – Indonesia lagi-lagi patut berlega hati. 9 Tari Bali mendapatkan pengakuan “Warisan Budaya Tak Benda” UNESCO.

UNESCO menetapkan 9 tari Bali sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia melalui Sidang ke-10 Komite Budaya Tak Benda UNESCO di Windhoek, Namibia pada Selasa (2/12/2015) lalu. Demikian siaran pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (3/12/2015) ini.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik, bahwa  kekayaan budaya Indonesia diakui sebagai   kekayaan budaya dunia. Tentu ini membanggakan,” kata Mendikbud Anies Baswedan yang juga sebagai Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, di Yogyakarta, Rabu (3/12). Anies Baswedan mengatakan, dengan penetapan Tari Bali sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda ini maka Indonesia telah memiliki tujuh elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

“Sekarang kita punya tujuh yang diakui sebagai warisan budaya dunia,” imbuh Anies. Enam elemen dari Indonesia yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012). Serta satu program Pendidikan dan Pelatihan tentang Batik (2009).
“Ini memiliki konsekuensi kita semua harus bekerja keras untuk mempertahankan dan mengelola semua proses pengakuan, baik di level nasional maupun internasional,” tambah dia. Berikut 9 tari Bali yang dijadikan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO:

1. Rejang
Rejang adalah tari upacara keagamaan yang diadakan di Pura Merajan atau sangga. Berdasarkan koreografinya, tarian ini tidak begitu terkait pada pedum karang seperti tarian lainnya. Tarian ini bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi dan kondisi, khususnya pada upacara Pangider Buana, para penari mengitari sajen berputar putar mengikuti pradaksina.

tari rejang
Tari Rejang

2. Sanghyang Dedari
Ini merupakan salah satu jenis tari sanghyang. Tari sakral sanghyang adalah sebuah tari kerauhan yang ditarikan dalam kondisi kesurupan. Tari ini memiliki tujuan mistis, tidak ditampilkan di depan umum, ditarikan untuk melindungi desa dari wabah penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Tarian ini merupakan tari tinggalan kebudayaan pra-Hindu yang ditarikan oleh dua gadis yang masih suci. Tarian ini tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan iringan beberapa orang menyanyikan lagu persembahan kepada Dewa.

Tari sanghyang
Tari Sahyang Dedari

3. Baris Upacara
Baris Upacara merupakan tari-tarian yang pada umumnya tidak memiliki lakon (lelampan) atau ceritera. Umumnya Tari Baris Upacara dipergunakan atau ditarikan untuk Dewa Yadnya. Tari Baris Upacara sebagai penunjang upacara Dewa Yadnya ini banyak jenisnya. Biasanya pada upacara ini, Tari Baris Upacara merupakan symbol widyadara, apsara sebagai pengawal Ida Betara Sesuhunan turun ke dunia pada saat piodalan (odalan) di pura bersangkutan dan berfungsi pula sebagai pemendak (penyambut) kedatangan para dewa.


tari-baris-panah
Tari Baris Upacara Panah


4. Topeng Sidhakarya
Tarian ini biasanya ditarikan di akhir, menyimbolkan bahwa tari sakral telah selesai, dalam sebuah hajatan ritual keagamaan tradisi Hindu (Bali), merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan runtutan upacara sebagai pelengkap guna mendapatkan keyakinan dalam pencapaian ke arah kesempurnaan suksesnya sebuah yadnya.

Tari Topeng sidakarya
Tari Topeng Sidakarya


5. Dramatari Gambuh
Pada umumnya fungsi gambuh adalah sebagai Tari Bebali (seremonial), yaitu sebagai pengiring upacara di pura-pura. Dramatari Gambuh sebagai tari lakon klasik tertua dalam khazanah tari Bali adalah merupakan bentuk total teater yang memiliki unsur seni, drama, musik, dialog dan tembang.
Dramatari gambuh masih memakai nama-nama tokoh penarinya diambil dari nama-nama kaum bangsawan kerajaan di Jawa Timur pada abad ke 12-14. Nama-nama itu di antaranya Demang Sampi Gontak, Tumenggung Macan Angelur, Rangga Toh Jiwa, Arya Kebo Angun-angun, Punta Tan Mundur, dan lain-lainya. Dramatari Gambuh adalah tari dasar hampir seluruh tari-tarian yang ada di Bali.
Dramatari Gambuh sangat erat hubungannya dengan pelaksanaan upacara-upacara besar terutama tingkatan upacara “mapeselang”. Tarian Gambuh ditarikan pada waktu Ida Bhatara turun ke “paselang”.


Tari Dramatari Gambuh
Tari Dramatari Gambuh


6. Dramatari Wayang Wong
Seni pertunjukan yang pelaku-pelakunya manusia atau orang. Merupakan perwujudan dari tari lakon Bali, perpaduan antara tari, drama dan musik. Wayang Wong di Bali adalah merupakan salah satu cabang seni pertunjukan yang bersifat klasik dan merupakan satu kesatuan daripada tari, tabuh, tembang, dan drama dengan menggunakan tapel serta memakai cerita/lakon yang diambil dari lakon (wiracarita) Ramayana.


Tarl-wayang-wong
Drama Tari Wayang Wong


7. Legong Kraton
Tari klasik yang melakonkan ceritera-ceritera zaman dulu seperti ceritera Prabu Lasem. Tari ini biasanya ditarikan oleh tiga orang gadis di mana yang seorang berperan sebagai Condong dan kedua orang lainnya berperan Legong.


Tari legong-bali
Tari Legong Bali


8. Joged Bumbung
Salah satu jenis tari Joged yang diiringi dengan gamelan bumbung bambu dan penarinya perempuan, pengibing laki-laki. Joged adalah semacam tari pergaulan muda mudi yang diiringi dengan gamelan yang terbuat dari bumbung bambu. Penari joged pada awalnya menari sendiri yang disebut ngelembar.
Setelah itu penari mencari pasangannya seorang laki-laki yaitu salah seorang lelaki yang menonton yang dihampiri si penari, dan laki-laki itu kemudian diajaknya menari bersama-sama atau diajaknya ngibing. Begitulah seterusnya si penari berganti-ganti pasangan yang dipilihnya. Tari Joged ini ada persamaannya dengan tari gandrung.


Tari joget-bumbung
Tari Joget Bumbung


9. Barong Ket
Barong merupakan perwujudan atau prabhawa Sanghyang Tri Murti. Warna topeng atau punggelan berbagai jenis barong yang berwarna bang (merah) adalah simbol Dewa Brahma, yang berwarna ireng (hitam) merupakan wujud Dewa Wisnu, sedangkan yang berwarna petak (putih) merupakan perwujudan Dewa Iswara.
Sanghyang Tri Murti yang disimbolkan dengan berbagai jenis barong yang dilawangkan dari satu pintu ke pintu yang lain selama 35 hari diyakini dapat melindungi umat manusia khususnya umat Hindu dari kekuatan merusak yang disebabkan oleh Sanghyang Kala Tiga Wisesa sehingga selamat. Perwajahan Barong pada umumnya merupakan wajah manusia dengan berbagai warna berbeda sebagai simbol tertentu, sedangkan barong ket lebih menyerupai hewan.


Tari barongket
Tari Barong Ket
 
Sumber :
http://beta.travel.detik.com/read/2015/12/08/122512/3090747/1382/ini-daftar-warisan-budaya-tak-benda-terbaru-dari-unesco