Kali ini saya mau share koleksi kain yang ada/ stok yang ada per tanggal 6 mei 2014
Ads
Tuesday, 6 May 2014
Saturday, 18 January 2014
Mahasiswa Pariwisata UGM
Progam Studi Pariwisata UGM
Hai kamu, kali ini saya mau menjelaskan sedikit tentang prodi pariwisata. Sebelum menjelaskan lebih dalam alangkah
baiknya saya jelaskan setahu saya tentang Progam Studi Pariwisata di
Universitas Gadjah Mada. Prodi Pariwisata/Progam Studi Pariwisata pertama
kalinya hanya ada di Diploma, dan prodi ini sudah ada sejak tahun 1994 sampai
sekarang. Nama progam studi nya di jenjang diploma adalah Diploma III
Kepariwisataan UGM. Dahulu prodi kepariwisataan ini masuk Fakultas Ilmu Budaya
dan sejak tahun 2010/2011 atas kebijakan rektor semua prodi diploma UGM
dimasukan jadi satu kedalam Fakultas Sekolah Vokasi UGM.
Kemudian pada tahun 2010, atas kegigihan dari Prof. Marsono,
s.u. akhirnya di Fakultas Ilmu Budaya berdiri Progam Studi Pariwisata untuk
jenjang S1. Dengan adanya prodi ini maka mahasiswa-mahasiswi dari DIII
Kepariwisataan berharap bisa melanjutkan studinya ke Strata satu. Akhirnya
mimpi itu terjawab pada tahun 2011/2012, yaitu membuka progam studi alih jenis
untuk DIII ke S1. Kenapa Alih Jenis? Karena ilmu yang didapatkan merupakan satu
jenis yaitu tentang pariwisata hanya materi ilmu saja yang berbeda.
Kita tahu sendiri Indonesia memiliki
potensi besar di bidang pariwisata, sumberdaya-sumberdaya alam yang melimpah,
belasan ribu pulau, dan ribuan suku bangsa dengan berbagai macam ragam bahasa
yang dimiliki Indonesia merupakan aset yang tidak dapat ternilai harganya. Maka
dari itu kita seharusnya bisa menjaga, melestarikan dan memanfaatkan dengan
sebaik-baiknya terutama untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
- Ikut melakukan kegiatan bersih Candi Borobudur setelah terjadi erupsi Gn. Merapi tahun 2010
- Kuliah lapangan ke Bali, Semarang, Malang, Gunung Kidul, dll
- Kuliah lapangan ke Desa Wisata di Yogyakarta
- Kuliah lapangan ke Hotel dll
Untuk menunjang bahasa, di Diploma III Kepariwisataan ada mata kuliah tentang bahasa ada bhs. Arab, bhs. Mandarin, bhs. Spanyol, bhs. Belanda dan bhs. Korea.
Pantai Gua Cemara, Bantul Yogyakarta
Sobat Travelers, masih berjumpa
lagi dengan coretan-coretan saya kali ini. Sebelumnya sobat tahu nggak tentang
pantai-pantai di Yogyakarta?
Mesti Pada banyak yang komen Parangtritis,
Indrayanti, Baron, Krakal dan lain-lain. Padahal pantai-di Yogyakarta banyak
lho, terutama di Gunung Kidul dan Bantul. Kali ini saya akan menceritakan
pengalaman saaya ke Pantai yang ada di Bantul tetapi bukan Pantai Parangtritis
lho ya, kali ini saya mau bercerita tentang pantai Gua Cemara. Ya Pantai Gua
Cemara, apa yang anda bayangkan tentang pantai ini? Pantai yang bergoa, pantai
yang ada cemara di dalam goa, masa ada pantai di dalam goa???
Nah, kalo belum
tahu nih aku kasih tahu. Pnatai Gua Cemara adalah pantai yang terletak di Kabupaten Bantul. Dari namanya yang agak aneh Gua Cemara, maksud pemberian nama ini menurut
cerita warga sekitar adalah pantai tetapi untuk menuju ke Pantai ini Seseorang
harus melewati barisan-barisan cemara yang berjejer sehingga membentuk seperti
lorong masuk gua gitu, jadi deh dinamakan Pantai Gua Cemara dan setelah saya
teliti langsung kebenaran itupun terungkap yakni memang jalan mau menuju ke
pantai ini melewati banyak tanaman cemara yang ditanam rapi berbaris-berbaris.
Keunikan
Selain ada tanaman cemara yang
banyak dan ditanam secara rapi, di pantai ini suasananya sejuk lho, karena
banyak tanaman itu tadi. Di Pantai Gua Cemara ini pantainya tidak seperti
Pantai Parangtritis ya, di Pantai Gua Cemara bibir pantai agak vertikal
sehingga sedikit berbahaya untuk wisatawan. Pantai ini merupakan jajaran Pantai
yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Samas.
Banyak kegitan yang bisa anda
lakukan di pantai ini karena disini juga terdapat Joglo/pendopo untuk umum jadi
yang akan mengadakan event disini pengelola sudah menyiapkan lokasinya.
pendopo yang bisa disewa oleh pengunjung jika akan mengadakan event, selain pendopo ada juga fasilitas untuk offroad menggunakan ATV dengan rute mengelilingi kawasan pantai gua cemara yang sejuk ini.
Untuk anak-anak yang ingin berenang disana juga disediakan kolam renang kecil.
Wahana yang ada di Pantai ini meliputi bermain ATV, arena out bond, gazebo untuk bersantai bersama keluarga dengan angin yang sepoi-sepoi khas pantai. Di Pantai Gua Cemara ini kita juga gak perlu khawatir tentang oleh-oleh atau cindera mata yang unik dan khas, di Pantai ini juga kita bisa membeli oleh-oleh seperti Kerajinan dari Kerang/pasir (kaca pengilon, gelang, kalung dll) produk olahan lokal dari sayuran.
pendopo yang bisa disewa oleh pengunjung jika akan mengadakan event, selain pendopo ada juga fasilitas untuk offroad menggunakan ATV dengan rute mengelilingi kawasan pantai gua cemara yang sejuk ini.
Untuk anak-anak yang ingin berenang disana juga disediakan kolam renang kecil.
Pantai ini sangat sejuk untuk digunakan bersantai bersama keluarga untuk mengisi liburan terlihat dari pohon cemara yang ditanam rapi.
Wahana yang ada di Pantai ini meliputi bermain ATV, arena out bond, gazebo untuk bersantai bersama keluarga dengan angin yang sepoi-sepoi khas pantai. Di Pantai Gua Cemara ini kita juga gak perlu khawatir tentang oleh-oleh atau cindera mata yang unik dan khas, di Pantai ini juga kita bisa membeli oleh-oleh seperti Kerajinan dari Kerang/pasir (kaca pengilon, gelang, kalung dll) produk olahan lokal dari sayuran.
Tiket Masuk
Perorang Rp4000,- parkir Mobil
5000,- tiket ini saya peroleh di tanggal
Akses
Dari Kota Jogja-Ambil Arah menuju
Kota Bantul-Lurus terus sampai mentok-Pantai
Friday, 3 January 2014
Kawasan Ekowisata Gunung Api Nglanggeran Gunung Kidul
Menelusuri jejak
Gunung Api Purba Nglanggeran
Selamat berjumpa lagi sobat ku semua, kali ini saya mau
menulis artikel tentang jejak-jejak Gunung api Purba Nglanggeran.
Pertama kali saya mengucapkan selamat tahun baru 2014 buat
kalian semua, semoga sukses kedepanya, amin.
Langsung aja kita mulai ya, Gunung Api purba atau Gunnung
Api Nglanggeran merupakan gunung berapi pada jaman dahulu dan sekarang gunung
api ini tidak aktif lagi sejak kurang lebih ratusan tahun yang lalu. Gunung ini
terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang
masih berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenapa disebut Gunung Api
Nglanggeran yaitu karena letak Gunung ini yang berada di Desa Nglanggeran.
| gambar pintu masuk menuju objek |
| gambar pendopo |
Perjalanan saya dimulai dari Klaten, karena saya adalah
orang Klaten (bangga) haha... Sebelumnya saya kasih tahu tujuan pertama kali
saya datang ke Gunung Api Purba ini adalah untuk mencari informasi mengenai apa
yang ada di Gunung Api Purba sebagai salah satu objek wisata di Gunung Kidul
yang mengusung konsep wisata ekowisata (ecotourism).
Pada hari itu Kamis, 28 November 2013 saya dan teman saya pergi ke Gunung
Api Purba ini dengan alat transportasi sepeda motor. Rute yang saya lewati
adalah Klaten-Prambanan-Piyungan-Patuk-Nglanggeran. Waktu tempuh saya dari
Klaten lewat rute ini kira-kira 1,5 jam. Namun, jika anda pergi di musim
liburan high season bersiaplah untuk
melawan kemacetan terutama di jalan-jalan kota seperti bandara Adisujipto,
Malioboro, Keraton, dan Candi Prambanan.
| gambar kondisi jalan dan papan penunjuk arah |
Untuk biaya masuk ke objek wisata ekowisata Gunung Api Purba
Nglanggeran ini kami dikenakan tarif sebesar Rp5000,-/pax dan parkir sepeda
motor Rp2000,-/motor. Tarif sebesar Rp5000,- /pax merupakan tarif masuk objek
pada siang hari, dan pada malam hari tiket masuknya sebesar Rp7000,-/pax.
Kaget? Ya pertanyaan muncul ketika kami ingin mmembeli tiket di pos penjagaan
retribusi disana memang ada dua tiket masuk pertama adalah siang hari dan
kedua, adalah malam hari.
| gambar tiket masuk |
Menurut Mas Agus beliau adalah salah satu pemandu
yang sekaligus anggota dari kelompok taruna desa Nglanggeran yang ikut
berpartisipasi dalam pengelolaan objek wisata ini, menuturkan bahwa selain siang
hari banyak wisatawan yang datang kesini pada malam hari. Mereka datang kesini
untuk camping untuk tujuan makrab ataupun pribadi untuk mengambil moment
sunset/sunrise, tuturnya.
Perlu anda ketahui bahwa Gunung Api Purba Nglanggeran
merupakan kawasan ekowisata, jadi konsep ekowisata merupakan sebuah konsep
wisata yang didalam kegiatan utamanya bertujuan untuk kelestarian lingkungan.
Menurut Fandeli (1995), terdapat tiga dimensi didalam sebuah objek ekowisata
yaitu dimensi konservasi, dimensi pendidikan, dan dimensi kerakyatan.
| Jalur pendakian |
Dimensi Konservasi maksudnya adalah sebuah objek ekowisata
harus mampu menjaga dan melestarikan alam objek yang ada didalamnya. Jadi
dengan adanya upaya kelestarian alam ini diharapkan sebuah ekodestinasi sampai
pada suatu saat nanti tidak akan mengalami kerusakan alam terutama yang
ditimbulkan oleh kegiatan manusia. Dimensi Pendidikan yang dimaksud disini
yaitu sebuah objek ekodestinasi memiliki kegunaan sebagai tempat untuk
melakukan sebuah penelitian. Di Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan objek
yang banyak diteliti oleh para akademisi untuk keperluan akademis misalnya dari
arkeologi, geografi, dll. Kemudian dimensi Kerakyatan, yaitu memberdayakan
rakyat disekitar atau masyarakat disekitar objek ini yaitu pada prinsipnya
didalam pengelolaan, perencanaan, dan aktualisasinya dilakukan oleh masyarakat
sekitar itu sendiri mulai dari pemuda-pemudi karang taruna desa, kelompok sadar
wisata desa itu dan kelompok ibu-ibu pkk.
| gambar melewati tangga kayu |
Pendakian
Untuk mencapai puncak Gunung Api Purba yang eksotis nan
cantik, kita melewati beberapa pos pendakian sepertinya ada lima pos pendakian.
Kelima pos tersebut memiliki kondisi medan/jalur yang exstreem. Tetapi menurut
saya jalur yang paling exstreem adalah jalur pendakian pos pertama, karena
dijalur ini kita harus berjalan diantara apitan dua gunung yang besar dan
jaraknya sangat sempit hanya dapat dilewati satu orang dan harus antri.
| lorong sumpitan |
| gambar tulisan di objek |
Untuk menuju puncak waktu yang dibutuhkan kira-kira 1,5 jam
itu jika tanpa istirahat sob, artinya Jalan terus. Tapi waktu yang panjang itu
sepertinya tidak akan terasa ketika sudah sampai di puncsk yang pemandanganya
WOW banget Sob. Coba aja datang dan buktikan sendiri.
| gambar mushola |
| gambar homestay |
| gambar wahana outbond |
Fasilitas yang ada di Gunung Api Purba
- - Pendopo (bisa menyewa jika akan dibutuhkan)
- - Toilet dan Kamar mandi
- - Homestay
- - Mushola
- - Tempat parkir
- - Gazebo di pos-pos pendakian
| gambar gazebo di Gunung Api Purba |
Akhirnya sekian yang dapat saya ceritakan, kurang lebih saya
mohon maaf . Terimakasih atas kunjunganya
| gambar di puncak |
| gambar ane di puncak |
PEMBACA YANG BAIK SEHARUSNYA TAHU ATURAN MENG-COPY DATA DARI ORANG LAIN YAITU MENYERTAKAN ALAMAT WEB INI SECARA LENGKAP DAN WAKTU KETIKA MENGUNDUHNYA. TERIMA KASIH
Tuesday, 10 December 2013
Menggapai puncak di Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api purba Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung api ini dahulu merupakan salah satu gunung api yang aktif dan berbahaya, namun sudah ratusan tahun gunung api ini tidak lagi beraktifitas seperti layaknya gunung api lainya.
Pada bulan November 2013 lalu saya mencoba melihat dari jarak dekat tentang adanya gunung api purba dan akhirnya pada hari Kamis, 28 November 2013 saya pergi bersama teman saya. Latar belakang mengunjungi tempat ini pertama, karena ada tugas dari dosen tentang mata kuliah ekowisata; kedua, Gununga Api purba adalah salah satu daerah ekowisata yang ada di Jogjakarta; ketiga, karena kami berdua juga belum pernah ke tempat ini.
Rute perjalanan yang kami lewati yaitu dari Yogyakarta-Piyungan-Bukit Bintang-Patuk-Nglanggeran.
Jarak tempuh dari Yogyakarta kota menuju Gunung Api Purba ini sekitar 1,5 jam. Perjalanan sangat nyaman karena selain jalan yang sudah baik dan beraspal sampai lokasi (Nglanggeran) kita juga bisa melihat pemandangan alam yang indah di bukit Patuk.
Sampai di lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran kami langsung bergegas memarkir kendaraan dan membeli tiket masuk karena tidak tahan lagi ingin sampai ke puncak (dalam hati belum ke puncak aja pemandanganya sudah WoW apalagi jika sudah sampai pasti keren).
Akhirnya tiket terbeli juga untuk wisatawan Nusantara harga perorang yang berkunjung pada siang hari Rp5000 dan pada malam hari Rp7000. Parkir sepeda motor permotor Rp2000. Pertanyaan muncul ketika membeli tiket ada karcis untuk malam hari, berarti ini 24 jam? nggak tahulah mungkin itu adalah tiket masuk untuk wisatawan yang ingin melihat sunset di Gunung Api Purba ini.
Sebelum naik ke puncak karena diperkirakan waktu untuk sampai ke puncak sekitar 1 jam, maka kami mencari toilet untuk buang air karena di atas nanti kita tidak akan menjumpai toilet dan sebagai rasa cinta terhadap lingkungan karena tidak buang air sembarangan, hehe
Waktu saat itu menunjukan pukul 11.00 WIB, dan kami pun bergegas naik keatas, o iya jangan lupa sebelum naik persiapkan air minum karena medan yang menanjak dan kita harus jalan kaki maka tenaga kita banyak terkuras. Setelah seperempat jam berjalan tiba-tiba kami kaget dengan lorong yang panjang dan untuk melewatinya harus satu orang satu, Subhanallah, lorong ini kanan kirinya adalah bebatuan besar dan diantara lorong terdapat batu besar yang tersangkut di atas lorong yang semakin menguji adrenalin kami karena kita melewati batu besar persis dibawah kita. Akhirnya lima menit kemudian kami tiba di Pos satu, Wow pemandangannya keren sekali dan di pos ini terdapat gazebo untuk beristirahat.
untuk melewati puncak nglanggeran kita melewati Lima Pos, dan setiap pos sudah terdapat gazebo tetapi sayang gazebo ini kotor akibat ulah tangan manusia yang corat-coret tembok gazebo.
Langsung saja ke Pos paling puncak yaitu pos lima, dari perjalanan menuju pos ini banyak rintangan yang harus terselesaikan namun tetap semangat kita pasti bisa mengalahkanya. Jalur - jalur pendakian di Gunung Api Purba ini cukup membuat jantung kita berdebar pasalnya selain kita juga harus berjalan di lorong yang sempit, naik menggunakan tangga dari kayu dan melewati jalur yang masih berbatu tetapi semua itu akan dibayar dengan keelokan sampai puncak. Yang dinanti-nanti akhirnya tiba puncak gunung api purba, di puncaknya ini kita seperti berada di atas tanah lapang yang luas tetapi bedanya hanya di puncak gunung ini kontour tanahnya masih berbatuan dan tajem-tajem.
Subscribe to:
Posts (Atom)
