Daftar 50 pantai yang berada di kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
1. Pantai Banyunibo : Purwodadi, Tepus
2. Pantai Baron: Kemadang, Tanjungsari
3. Pantai Busung : Purwodadi, Tepus
4. Pantai Butuh : Karambilsawit, Saptosari
5. Pantai Drini : Banjarejo, Tanjungsari
6. Pantai Gesing : Girikarto, Panggang
7. Pantai Grigak : Giriwungu, Panggang
8. Pantai Jagang Kulon : Purwodadi, Tepus
9. Pantai Jogan Wetan : Purwodadi, Tepus
10. Pantai Karangtelu : Girikarto, Panggang
11. Pantai Kelosirat : Purwodadi, Tepus
12. Pantai Kesirat : Girikarto, Panggang
13. Pantai Klampok : Girijati, Purwosari
14. Pantai Klumpit : Purwodadi, Tepus
15. Pantai Krakal : Ngestirejo, Tanjungsari
16. Pantai Krokoh : Songbanyu, Girisubo
17. Pantai Kukup: Kemadang, Tanjungsari
18. Pantai Lambor : Purwodadi, Tepus
19. Pantai Langkap : Karambilsawit, Saptosari
20. Pantai Muncar : Purwodadi, Tepus
21. Pantai Nampu : Giriwungu, Panggang
22. Pantai Ngandong : Sidoharjo, Tepus
23. Pantai Ngetun : Purwodadi, Tepus
24. Pantai Ngobaran: Kanigoro, Saptosari
25. Pantai Ngondo : Purwodadi, Tepus
26. Pantai Ngrenehan : Kanigoro, Saptosari
27. Pantai Nguluran : Purwodadi, Tepus
28. Pantai Ngungap : Purwodadi, Tepus
29. Pantai Ngunggah : Giriwungu, Panggang
30. Pantai Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
31. Pantai Pakundon : Purwodadi, Tepus
32. Pantai Parangedong : Girijati, Purwosari
33. Pantai Parangracuk : Kemadang, Tanjungsari
34. Pantai Pok Tunggal : Tepus
35. Pantai Sadeng : Pucung, Girisubo
36. Pantai Sawahan : Purwodadi, Tepus
37. Pantai Sadranan
38. Pantai Sedahan
39. Pantai Sepanjang : Kemadang, Tanjungsari
40. Pantai Siung : Purwodadi, Tepus
42. Pantai Slili : Sidoharjo, Tepus
43. Pantai Songlibeg : Purwodadi, Tepus
44. Pantai Sundak : Sidoharjo, Tepus
45. Pantai Timang : Purwodadi, Tepus
46. Pantai Torohudan : Kanigoro, Saptosari
47. Pantai Watugupit : Giricahyo , Purwosari
48. Pantai Watu kodok : Purwodadi, Tepus
49. Pantai Wediombo : Jepitu, Girisubo
50. Pantai Weru : Purwodadi, Tepus
Sumber : Dinas Pariwisata Gunung Kidul
Ads
Saturday, 28 September 2013
Tuesday, 2 July 2013
Dieng Negeri Di Atas Awan Jawa Tengah
Hei, Ada Dieng Culture Festival Lo Akhir Pekan Ini!

Kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng ini akan menjadi lokasi Dieng Culture Festival, 29-30 Juni 2013. (indonesiacountry.com)
Ingin melihat sajian kesenian yang unik di tempat yang istimewa akhir pekan ini? silakan segera meluncur ke Dataran Tinggi Dieng karena akhir pekan ini ada kegiatanDieng Culture Festival (DCF) IVyang digelar di kompleks Candi Arjuna, Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 29-30 Juni 2013.
“Hingga hari ini, semua persiapan sudah matang, termasuk kegiatan pelarungan yang kali ini akan dilaksanakan di Telaga Balekambang,” kata Ketua Panitia DCF IV Slamet di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jumat. Dia mengaku sempat khawatir pergelaran DCF IV akan sepi dari pengunjung karena jalur utama menuju Dieng dari arah Wonosobo untuk sementara ditutup bagi kendaraan roda empat karena adanya perbaikan jalan.
Akan tetapi, kata dia, kekhawatiran tersebut telah sirna karena animo calon wisatawan untuk mengunjungi kegiatan DCF IV tetap tinggi. Menurut dia, hal itu terlihat dari puluhan homestay yang tersebar di desa-desa sekitar Dieng telah habis dipesan calon wisatawan. Bahkan, kata dia, rumah-rumah penduduk yang selama ini belum dijadikan homestay pun disiapkan guna dijadikan penginapan bagi wisatawan.
“Kami kerahkan semua potensi yang ada, termasuk dukungan dari desa-desa di sekitar Dieng, seperti Karangsari, Karangtengah, dan Kepakisan. Saat ini, sebagian wisatawan telah datang ke Dieng,” kata dia yang juga Kepala Desa Dieng Kulon.
Berdasarkan data yang diperoleh panitia, kata dia, hingga saat ini telah tercatat sekitar 6.000 calon wisatawan yang berencana menyaksikan pergelaran DCF IV. “Sejumlah biro perjalanan wisata melaporkan akan ke Dieng melalui jalur Banjarnegara, Batang, dan ada juga yang tetap lewat Wonosobo meskipun harus berganti kendaraan di sekitar gardu pandang karena adanya perbaikan jalan. Pengunjung yang menggunakan sepeda motor masih bisa melalui jalur Wonosobo,” kata dia menambahkan.
Mengenai permintaan anak-anak berambut gimbal yang akan mengikuti ruwatan massal, dia mengatakan bahwa seluruhnya telah dipenuhi. “Semua permintaan anak berambut gimbal yang hendak diruwat juga sudah dipenuhi, antara lain cincin, sepeda motor, dan kambing,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Banjarnegara Wahyono mengatakan bahwa DCF IV juga menarik perhatian Duta Besar Slovakia untuk Indonesia yang berencana hadir guna menyaksikan kegiatan tersebut.
“Partisipasi warga Dieng dan sekitarnya yang mayoritas berprofesi sebagai petani patut dihargai karena mereka bisa kompak dan secara sadar menjadi bagian dari keberhasilan penyelenggaraan DCF. Terbukti, minat ribuan calon pengunjung tidak terpengaruh oleh putusnya akses jalan,” katanya.
Editor: Bambang Aris Sasongko | Dalam : Wisata
Wednesday, 7 November 2012
Candi Sojiwan Wisata Heritage Kabupaten Klaten
Pertama kali memasuki area candi kita langsung disuguhi hijaunya pepohonan yang ada di sekitar candi. Pegunungan yang berada di selatan Candi menambah daya tarik yang berbeda di banding dengan candi-candi lainya
Candi ini untuk pertama kalinya ditemukan oleh para penjelajah Barat pada tahun 1813 oleh Kolonel Colin Mackenzie,
seorang anak buah Raffles. Ia yang sedang meneliti
peninggalan-peninggalan kuno di sekitar daerah Prambanan, menemukan
kembali sisa-sisa tembok yang mengelilingi candi ini.
Setelah berkeliling di candi, buat para travelers yang ingin menikmati kuliner khas dari desa ini dapat langsung menuju ke warung yang menjajakan aneka lauk tradisional seperti nasi pecel, nasi gudangan dan gorengan-gorengan.
Bagi calon wisatawan yang ingin menuju tempat ini bisa naik bus jogja-solo dan turun di lampu merah Stasiun Prambanan lalu kita cari ojek yang ada di sekitar lampu merah tersebut karena jaraknya cukup jauh sekitar 2 km ke selatan.
Tuesday, 1 May 2012
Pantai Batukaras, surganya para peselancar di Jawa Barat
Peselancar
menjajal ombak di Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten
Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kondisi pantai yang cukup dalam
dan tanpa karang menjadi tantangan tersendiri bagi peselancar pemula
dari dalam dan luar negeri.
Oleh Cornelius Helmy
Ciamis
tidak hanya memiliki Pangandaran. Daerah di Jawa Barat itu juga
memiliki pantai molek lain, Batukaras. Berjarak 35 kilometer arah barat
Pangandaran, Batukaras siap menyuguhkan sensasi baru sekaligus menjadi
surga bagi peselancar pemula.
Dannie (25), wisatawan asal Swedia,
mengatakan, akhirnya menemukan pantai yang ia cari untuk mengasah
kemampuan selancarnya. Sebagai peselancar pemula, selama ini ia mencari
pantai berombak landai dengan gugusan pantai panjang tanpa karang di
dasarnya.
”Angin kencangnya khas pantai selatan Jawa. Namun,
karena pantainya tersembunyi di antara dua bukit karang, ombaknya jadi
tidak tinggi. Saya tinggal bawa nyali,” kata Dannie, yang sudah delapan
bulan terakhir melakukan penjelajahan dari Bali hingga Jawa Barat,
khusus mencari pantai berombak landai.
Hal yang sama dikatakan
Kirana (32), penikmat olahraga selancar asal Bandung. Ombak di Batukaras
tidak sebesar di Bali atau Sukabumi. Perairan Batukaras cocok bagi
pemula yang ingin memperdalam kemahiran berselancar. Namun, tidak
tertutup kemungkinan ombak besar juga mengentak Batukaras. Bulan
Desember-Januari, gulungan ombak setinggi 1-1,5 meter bisa memuaskan
penggila selancar.
”Saat itu, di tempat ini juga dilakukan
perlombaan selancar nasional bagi pemula atau profesional. Tak jarang
pesertanya datang dari luar negeri,” kata Kirana.
Pasti mahir
Batukaras
adalah satu dari tiga kawasan wisata unggulan Kecamatan Cijulang di
Kabupaten Ciamis. Dua lainnya adalah Green Canyon dan Batu Hiu.
Tidak
sulit bila ingin mengunjungi Batukaras. Ipik Taupik, pemandu wisata
dari Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran, mengatakan, berkunjung ke
Batukaras bisa lewat darat atau udara.
Batukaras sendiri berlokasi
sekitar 315 kilometer (km) dari Bandung, atau sekitar 6 jam perjalanan
dengan bus umum. Turun di Terminal Cijulang, wisatawan bisa melanjutkan
perjalanan menuju Batukaras, berjarak sekitar 5 km. Perjalanan sambungan
itu menggunakan ojek bertarif Rp 5.000-10.000 per orang. Atau, bisa
juga menyewa angkutan umum Rp 60.000 per unit.
Jarak itu bisa
dipersingkat bila menggunakan pesawat terbang berpenumpang 8 orang milik
Susi Air rute Soekarno Hatta-Nusawiru di Cijulang dengan waktu terbang 3
jam. Perjalanan dari Nusawiru bisa dilanjutkan dengan ojek atau
angkutan umum menuju Batukaras selama setengah jam.
Persewaan
mobil dan sepeda motor juga bisa jadi alternatif. Tarif sewa mobil Rp
350.000 - Rp 400.000 per hari atau sepeda motor Rp 50.000 per hari.
Pemandu wisata juga bisa diajak menemani perjalanan, yang jasanya
bertarif Rp 350.000 per hari. Wisatawan akan dibawa mengunjungi sejumlah
taman wisata alam, Pangandaran, Green Canyon, Penangkaran Penyu Batu
Hiu, dan Batukaras.
Lalu bagaimana bila tidak punya peralatan selancar?
Jangan
khawatir karena di Pantai Batukaras banyak persewaan papan selancar
berbagai ukuran bertarif Rp 75.000 per setengah hari. Bila benar-benar
buta perihal cara menggunakan papan selancar, bisa menyewa instruktur
dengan tarif Rp 150.000 per jam. Biasanya instruktur akan membawa
wisatawan ke tempat favorit di sekitar Batukaras seperti Karang, Legok
Pari, dan Bulak Bendak.
Pengurus Batukaras Surf Club, Husni
Ridwan, mengatakan, sekitar 50 instruktur di Batukaras sudah terlatih.
Mereka mayoritas warga lokal yang lahir dan besar bersama Batukaras.
Bahkan, ia berani menjamin bila dilakukan secara intensif selama 3 hari
berturut-turut, wisatawan bisa menantang ombak sembari berdiri di atas
papan selancar.
Pesona Batukaras tidak hanya perairannya yang
ideal bagi peselancar pemula. Mirip dengan Batu Hiu dan Pangandaran, di
Batukaras pun wisatawan bisa menikmati keindahan pantai selatan dari
atas Karang Cikabuyutan dan Karang Bungalow. Pengunjung dimanjakan
dengan pemandangan horizon Samudra Indonesia dari balik rimbunya
pepohonan pantai.
”Coba Anda naik ke puncak karang. Anda akan
melihat lautan lepas Samudra Indonesia di antara karang dan ranting
pohon seperti Pantai Geger di Nusa Dua, Bali. Sempurna bagi Anda bila
melihatnya saat matahari terbenam,” ujar Herlina, pemandu wisata dari
Himpunan Pramuwisata Indonesia Jabar.
Bila belum puas juga, muara
Batukaras menawarkan potensi wisata. Arnold Andi Madong, pemilik Hotel
Riversider, salah satu hotel di Batukaras, mengatakan, menawarkan
wisatawan menyusuri muara menggunakan perahu motor atau jet ski. Ada
juga kawasan wisata Pantai Batu Payung, batu karang di tengah pantai
berbentuk payung.
”Terjun dari batu karang setinggi 7 meter itu kerap jadi atraksi favorit wisatawan,” katanya.
Perbaikan infrastruktur
Arnold
mengatakan, tidak cukup hanya mengandalkan alam dan keramahan warga
setempat membangun kawasan wisata ideal. Perbaikan infrastruktur harus
dilakukan bila ingin menarik wisatawan lebih banyak.
Pembangunan
hotel representatif perlu dilakukan. Saat ini di kawasan itu sedikitnya
ada 10 hotel dan penginapan bertarif Rp 150.000 - Rp 250.000 per kamar
per hari. Namun, dengan jumlah kamar kurang dari 20 unit per hotel,
wisatawan biasanya menyewa rumah warga bertarif Rp 100.000 – Rp 150.000
per malam.
Perbaikan jalan juga harus menjadi perhatian. Arnold
mengatakan, saat ini jalan menuju Batukaras dari Bandara Nusawiru
sepanjang 5 kilometer hanya selebar 2,5-3 meter. Dengan jalan selebar
itu, kerap kali timbul kemacetan saat musim libur. Akibatnya, banyak
wisatawan dari Batu Hiu atau Pangandaran enggan mampir ke Batukaras.
”Jalan
sekarang hanya cukup untuk satu bus. Saat akhir pekan atau hari libur
dipastikan macet. Kalau sudah begitu banyak kendaraan balik arah sebelum
sampai ke Batukaras,” kata Arnold.
Kasubag Tata Usaha Unit
Pengelolaan Teknis Daerah Dinas Pariwisata di Cijulang, Andang Koswara,
sepakat dengan usulan itu. Alasannya, Batukaras sudah menjadi kawasan
wisata kelas 1 tingkat nasional, sejajar Pangandaran. Bukan tidak
mungkin bila ditingkatkan kualitasnya, Batukaras akan memberikan
kontribusi lebih banyak bagi Kabupaten Ciamis. Data selama tahun 2011,
pendapatan dari Batukaras mencapai Rp 637 juta, lebih banyak dari target
awal Rp sebesar Rp 350 juta.
sumber : Kompas cetak , www.indonesia.travel
Subscribe to:
Posts (Atom)