Ads

Monday, 7 August 2017

Masuk Candi Prambanan ??? siap-siap keluarkan Rp40.000,-/org

Berwisata ke Jogja kurang lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Candi Hindu terbesar di Indonesia ini. Candi Prambanan merupakan candi hindu yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten.

Untuk masuk ke Candi ini pengunjung dewasa nusantara dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp 40.000,-

Tuesday, 25 July 2017

Pungli di Kali Adem ???








Beberapa waktu lalu sempat heboh tentang netizen yang curhat di media sosial mengenai adanya indikasi pungli di kawasan wisata Kali Adem. Apakah benar ada pungli di Kawasan Wisata Gunung Merapi itu ?


Kaliadem adalah suatu kawasan hutan pinus seluas 25 hektare dengan ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut, di lereng selatan Gunung Merapi. Kaliadem berada dalam wilayah administratif Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, ± 25 - 30 km utara Kota Yogyakarta.

Kawasan ini memiliki udara sejuk dan memiliki banyak keindahan dan keunikan alam. Keberadaan Gunung Merapi dengan fenomena vulkaniknya, morfologi gunung dan lembahnya, hutan alam dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kondisi sosial budaya yang unik merupakan potensi yang sangat besar untuk kegiatan wisata alam (ekowisata).

Kaliadem dapat dicapai dari Yogyakarta (melalui Kaliurang), dari Solo (melalui Prambanan dan Cangkringan) atau dari Borobudur/Magelang (melalui Tempel dan Turi).

Tuesday, 6 June 2017

Pengertian Destinasi Pariwisata

Apa itu destinasi pariwisata, yang dimaksud destinasi pariwisata, istilah destinasi pariwisata ?

1. Destinasi Pariwisata adalah gabungan komponen produk wisata yang menawarkan pengalaman utuh (total experiences) bagi konsumen (wisatawan), Destinasi sering dikaitkan dengan batasan geografis yang jelas, misalnya pulau, kota, atau negara (Hall 2000, Davidson and Maltland 1997).

2. Destinasi Pariwisata adalah tempat seseorang melakukan perjalanan (wisata) dan tinggal untuk sementara waktu dalam rangka menikmati pengalaman dari suatu daya tarik wisata (Lieper, 1995).

3. Destinasi Pariwisata adalah kawasan dengan batasan geografis tertentu yang memiliki karakter yang unik dan memiliki dimensi politik dan kelembagaan untuk mendukung perencanaan dan pengembangan pasar.

4. Perpaduan atau citra dari keseluruhan komponen produk, layanan dan pengalaman kunjungan wisata yang dikembangkan dan disediakan pada suatu kawasan dengan unsur kelokalan (Cooper, Fletcher, Sheperd and Wanhill, 1998)/

5. Keterpaduan antara komponen produk dan peluang pengalaman yang membentuk sebuah pengalaman total di area yang dikunjungi (Murphy, 2000).


Monday, 5 June 2017

Pengaruh Ekonomi terhadap Pariwisata Alam

Pariwisata alam merupakan aktivitas mengisi waktu luang yang dibangkitkan oleh keberadaan kawasan lindung, baik berupa taman nasional maupun kawasan terlindungi lainya (Kline, 2001). Sedangkan Wells (1997) menyebutkan bahwa pariwisata alam adalah salah satu bentuk pariwisata yang atraksinya berada di tempat-tempat yang mempunyai nilai ekologis.

Dengan pengaruh perkembangan jaman yang semakin komplek, jenis pariwisata ini semakin menjadi primadona oleh wisatawan. Keindahan alam yang natural menjadi prinsip utama dari pariwisata alam itu. artikel ini akan menjelaskan pengaruh ekonomi dari kegiatan pariwisata alam.

Pengaruh pariwisata alam adalah manfaat atau kontribusi produk wisata berbasis alam terhadap ekonom mi suatu wilayah. Manfaat tersebut dapat berupa:
1. Penerimaan dari penjualan produk wisata (tiket masuk, hotel, campground, atraksi, transportasi, retail dll)
2. Pendapatan Masyarakat
3. Peluang pekerjaan
4. Penerimaan pemerintah dari pajak dan retribusi (Frechtling, 1987).

Ketika pariwisata alam mulai dikembangkan, pertimbangan awal yang menjadi perhatian utama adalah memastikan aktivitas tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal (Sherman dan Dixon, 1991).


Manfaat pariwisata alam bagi ekonomi masyarakat terbagi menjadi:
1. Manfaat Primer dan Sekunder
Manfaat ini berhubungan erat dengan pembelanjaan pengunjung yang polanya dipengaruhi oleh segmen wisatawan.
Manfaat Primer adalah Penerimaan langsung dari pembelanjaan atas penyediaan barang dan jasa.
Manfaat Sekunder adalah Jika penerima langsung dari pembelanjaan wisatawan tersebut mengeluarkan kembali penerimaanya untuk keperluan barang dan jasa yang dibutuhkan. Demikian seterusnya hingga menimbulkan efek pengganda (muliplier effect) terhadap ekonomi suatu wilayah.

Menurut Murphy (1987) Ukuran multiplier merupakan komponen penting dalam memperkirakan manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat, karena merefleksikan seberapa besar pengaruh dari setiap pembelanjaan pengunjung berada didalam sistem ekonomi wilayah sebelum mengalami kebocoran. Besarnya multiplier ditentukan ukuran dan kompleksitas sektor ekonomi wilayah, besarnya impor dan tingkat kecenderungan masyarakat untuk menyimpan kembali penerimanya.

2. Manfaat Individu dan Sosial
Individu akan mendapatkan manfaat berupa keuntungan finansial dari penyediaan barang dan jasa layanan pariwisata. Manfaat ini yang sering menggerakan minat privat sektor dalam aktivitas pariwisata alam. Sedangkan manfaat sosial meliputi: jasa lingkungan, kebanggaan atas sumberdaya alam (heritage resources)prasarana, darana, pendidikan dan penelitian

3. Manfaat Dimensi Keruangan
Manfaat pariwisata alam berdasarkan dimensi keruangan ini dapat dibagi menjadi :
a. Skala Lokal
b. Regional
c. Nasional atau Global

Manfaat lokal dapat diketahui pada area yang berdekatan dengan kegiatan pariwisata alam, diantaranya: penciptaan peluang pekerjaan bagi masyarakat lokal, tempat pemasaran baru bagi produk lokal, dan peningkatan prasarana darana.

Manfaat regionalnya hampir sama dengan lokal, namun karena skala regional lebih luas maka derajat kepentinganya akan berbeda misalnya, penciptaan 50 jenis pekerjaan akan sangat penting bagi skala lokal namun relatif tidak berarti untuk skala regional.

Manfaat nasional meliputi konservasi sumber daya alam, perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem.  

Visi Pengembangan Pariwisata 2010 - 2014

Visi Pengembangan pariwisata di tahun 2010 - 2014 adalah Terwujudnya Destinasi pariwisata berkualitas internasional dan berdaya saing yang berbasis masyarakat, berkelanjutan dan mendorong pembangun daerah