Ads

Tuesday, 16 May 2017

Apa itu Wisata Alam ?

Mengapa alam dapat dijadikan tempat wisata ?


Saat ini trend wisata sudah berpindah dari yang wisata buatan ke wisata alam. Mengapa wisata alam ?
Saat ini masyarakat sudah jenuh dengan wisata yang begitu-begitu saja, keinginan melakukan aktifitas secara bebas yang dapat dilakukan diluar ruangan menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih wisata alam. Kemudian, kebanyakan masyarakat ingin mencari ketenangan dengan menikmati view guna mengembalikan kondisi fisik dan psikis, karena sudah bosan dengan rutinitas mereka sehari-hari. Selanjutnya, wisata alam juga dapat menjadi objek kajian atau studi yang dimanfaatkan untuk edukasi, sebagai contoh mengunjungi kebun buah kemudian mengenal tentang tata cara penanaman, pemupukan sampai pada proses pembuahan. Dari sini wisatawan dapat menggali ilmu dari perjalanan wisatanya, maka dapat diartikan juga belajar sambil berwisata. 


Monday, 8 May 2017

Radiotelephony Speeling Alfabet, (Kode Alfabet Penerbangan)

A = Alfa
B = Beta
C = Charlie
D = Delta
E = Echo
F = Foxtrot / Fanta
G = Golf
H = Hotel
I = India
J = Juliet
K= Kilo
L = London
M = Mike
N = November
O = Oscar
P = Papa
Q = Quebec
R = Romeo
S = Sierra
T = Tango
U = Ultra
V = Victor
W = Whiskey
X = Xray
Y = Yankee
Z = Zulu

V: Victor
W: Whiskey
X: X-ray
Y: Yankee
Z: Zulu



Kode Alfabet ini biasanya untuk memberitahu seperti kode booking pesawat, kode booking hotel, percakapan pilot dengan atc, dll

Pelafalan huruf dalam komunikasi radio maupun telepon, seperti Alfa, Bravo, Charlie, dst., disebut sebagai international radiotelephony spelling alphabet. Daftar kode spelling yang ada sekarang, diadopsi secara resmi pertama kali oleh ITU (International Telecommunication Union) pada tahun 1927.


aircraft radio test
Kualitas audio suatu alat komunikasi baik itu lewat kabel ataupun non-kabel (wireless) sangat tergantung kualitas media hantar dan kualitas audio dari alat komunikasi itu sendiri.

Dalam komunikasi radio atau telepon, seringkali satu atau dua huruf yang terdengar mirip dalam pelafalannya. Contohnya bunyi lafal untuk huruf (D) “De” hampir mirip dengan bunyi lafal huruf (B) “Be” dan (G) “Ge”.

Untuk itulah dalam dunia komunikasi lewat udara, pihak yang terlibat dalam pembicaraan sering menggunakan kata/bunyi yang diawali oleh huruf yang dilafalkan. Hal ini pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio antar personil militer dan untuk dunia penerbangan. Secara resmi disebut sebagai international radiotelephony spelling alphabet.


Wednesday, 3 May 2017

Bukit Cinta, Gunung Gajah, Bayat, Klaten

Foto Instagram@zhydik

Bukit cinta merupakan sebuah bukit di daerah Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Bukit ini sekarang menjadi viral lantaran terdapat area spot foto selfi dengan bentuk seperti gambar cinta. Area spot foto di bukit cinta ini tergolong baru, pengunjung dapat berfoto selfi di atas gardu pandang cinta tersebut dengan latar belakang areal perkebunan dan persawahan. Di saat pagi hari, layaknya di Kebun Buah Mangunan, kabut tebal menyelimuti kawasan Bukit Cinta ini, sehingga cocok buat kamu yang ingin berburu sunrise matahari pagi.


Tiket masuk Rp 2.000
Rute menuju lokasi : Polsek Bayat ke arah utara, dekat watu prahu, belum ada petunjuk arah, cari melalui GPS aja ya alias Gunakan Penduduk Sekitar :) Selamat Menjelajah  

Klasifikasi Hotel

Hotel memiliki beberapa macam klasifikasi tergantung dari kenyamanan, lamanya tamu menginap, letak hotel, kesibukan lalu lintas, jumlah kamar, pemilik hotel, Plan yang dilaksanakan, dan jangka waktu hotel beroperasi.

1. Dari segi kenyamanan. Hotel terbagi menjadi :
    a. Hotel kelas deluxe
    b. Hotel kelas satu
    c. Hotel kelas dua
    d. Hotel kelas tiga

2. Dari segi lamanya menginap
    a. hotel transit yaitu hotel yang hanya menyediakan kamar dan makan pagi, biasanya terdapat di    pelabuhan/lapangan udara di kota-kota besar.
    b. Hotel residensi yaitu hotel uang menerima tamu dalam jangka waktu agak panjang tetapi tidak menetap.

3. Dari segi letaknya
    a. Hotel kota
    b. Hotel pegunungan
    c. Hotel pantai
    d. Hotel pedalaman

4. Dari segi kesibukan lalu lintas
    a. Hotel stasiun / terminus
    b. Hotel pelabuhan
    c. Hotel lintas / motel (highway hotel) terletak di tepi jalan raya lintas.

5. Dari segi Jumlah kamar, hotel dibedakan menjadi :
    a. Hotel kecil (10-49 kamar)
    b. Hotel menengah (50-100 kamar)
    c. Hotel besar (lebih dari 100 kamar)

6. Dari segi pemilik, hotel dibedakan menjadi :
    a. Hotel perorangan
    b. Hotel keluarga
    c. Hotel perusahaan
    d. Hotel negara / pemerintah

7. Plan yang dilaksanakan
    a. Hotel penuh (disediakan makanan lengkap, pagi, siang, malam)
    b. Hotel tidak penuh

8. Dari segi jangka waktu hotel beroperasi
    a. Hotel buka sepanjang tahun
    b. Hotel buka musiman, misalnya: musim panas, musim dingin, musim liburan, dan hari raya.




Pariwisata Sebagai Ilmu

Ilmu kepariwisataan telah dikembangkan sejak tahun 1914 di Bern, University dan st. Gallen University Swiss. Tahun 1930 ilmu kepariwisataan telah diajarkan sebagai mata kuliah dalam berbagai sekolah tinggi dagang / ekonomi (Suwantoro, 1997:2). Untuk menangani masalah yang berkaitan dengan kepariwasataan, Bern University membentuk Tourist Research Institute. Orang yang berjasa salam mengembangkan  kepariwiataan adalah prof. W. Hanzier (Dekan di St. Gallen University) dan K. Krapf (Bern University).

Di Yugoslavia ilmu kepariwisataan diajarkan mulai tahun 1920 di kota Dubrounik. Di kota ini pada masa itu didirikan Lembaga Ilmiah Kepariwisataan, namun lembaga itu kemudian dibubarkan karena tidak berhubungan dengan universitas. 

Pada tahun 1962, dalam kongres yang diadakan di Madrid, Spanyol. Setelah memperhatikan langkah - langkah yang diambil oleh AIEST (Association D'Experst Scientifiquis Du Turisme). AIT (Allience Internationale Tourisme) dan IUOTO (International Union of Offical Travel Organization) maka dari itu kemudian ilmu kepariwisataan diakui sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri.

AIEST berkedudukan di Bern, Swiss. Adapun buku yang pernah diterbitkkan AIEST , diantaranya :
1. Congres of Tourism, 1970
2/ Tourism Environment, 1971
3. Methods of Tourist Research and Their Application to Development and Region, 1972
4. Tourism and Marketing, 1972