Ads

Wednesday, 13 May 2015

New Selo, Basecamp Pendakian G. Merapi

Bulan Februari 2015 lalu merupakan awal dari dibukanya jalur pendakian ke Gunung Merapi yang sebelumnya ditutup. Melalui pintu gerbang New Selo, pendaki dapat memulai perjalananya setelah melakukan registrasi ke Barahmeru yaitu basecamp pendakian yang ada di Selo, Boyolali. 
 
Sebelum berangkat, persiapkan peralatan berikut ini: tenda lengkap dengan patok dan rangka, sleeping bags, matras, nesting, selimut, kaos tangan, masker, topi, sepatu, peralatan makan dan minum, makanan, minuman, plastik, jas hujan, sepatu, korek api,   








Candi Plaosan, Perpaduan Dua Arsitektur Hindu dan Budha

Candi Plaosan merupakan salah satu candi yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini didirikan oleh Raja Rakai Pikatan pada abad ke-9 Masehi sebagai bukti kecintaan raja kepada sang permaisuri yaitu Pramudya Wardhani yang bukan lain adalah anak gadis dari Samaratungga dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Sedangkan, Rakai Pikatan adalah raja ke-6 dari silsilah raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Kuno yang berasal dari Dinasti Sanjaya. 


Candi ini memiliki dua gaya arsitektur karena terpengaruh adanya perpaduan dua agama yaitu Hindu dan Budha. Hal ini didasarkan karena Rakai Pikatan yang berasal dari silsilah Hindu dan Pramudya Wardhani yang berasal dari silsilah Budha, walaupun berbeda budaya dan tidak disetujui oleh keluarga kisah percintaan mereka tidak berhenti begitu saja, sampai akhirnya dengan rasa kecintaan itu pula konon candi itu dibangun sendiri oleh Rakai Pikatan dibantu dengan sang Permaisuri Pramudya Wardhani, sehingga menghasilkan sebuah candi yang memiliki corak perpaduan dua budaya dan dua arsitektur yaitu Hindu dan Budha. Candi disebelah utara merupakan candi yang menggambarkan relief sosok perempuan yang konon dibangun oleh Rakai Pikatan sedangkan disebelah selatan menggambarkan relief laki-laki yang merupakan simbol dari Rakai pikatan yang konon dibangun oleh Pramudya Wardhani sebagai peninggalan kisah cinta mereka berdua.




Keindahan Candi Plaosan tidak berhenti sampai disitu saja, hingga saat ini masih terdapat mitos yang berhubungan dengan candi ini. Mitos yang beredar di masyarakat yaitu bahwasanya setiap pasangan yang datang ke candi ini dipercaya mendapat berkah dan untuk pasangan yang belum memiliki momongan bisa datang juga kesini karena mitosnya pasangan yang belum dikaruniai momongan akan cepat memiliki buah hati dan diberkahi oleh sang pencipta.

Thursday, 7 May 2015

Embung Sriten, Nglipar, Gunungkidul dan Puncak Magir

Mau ke Embung Sriten ? atau sedang mencari referensi tentang Embung Sriten yang berada di Gunungkidul ini ? Gak tahu jalan menuju Embung Sriten ? yukk disimak postingan berikut ini

Profil Embung Bathara Sriten

Gambar Embung Sriten (Jogja.co)
Embung Sriten terletak di Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul. Embung yang diresmikan secara langsung oleh Bapak Sri Sultan Hamengku Buwana X ini merupakan embung yang digadang-gadang menjadi salah satu daya tarik wisata di agrowisata ini.  

Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang embung yang berada diatas Gunung Batur Agung ini. Selain itu di area ini ada puncak tertinggi namanya Puncak Magir.

Embung Sriten diproyeksikan sebagai agrowisata kebun buah menggis dan kelengkeng di perbukitan Batur Agung. Gunung Batur Agung itu sendiri merupakan puncak gunung tertinggi di Gunungkidul atau Puncak Tugu Magir dengan ketinggian sekitar 896 mdpl.


Gambar Puncak Tugu Magir (Kedaisusu01.blogspot.com)
Menikmati pesona embung diatas awan dan pemandangan yang luar biasa indah dengan view 360 derajat kawasan persawahan, perkampungan, perbukitan, dan beberapa wilayah Klaten seperti Rawa Jombor, Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Sleman, Gunung Kidul dan Yogyakarta (kedaisusu01.blogspot.com).
Disini juga sudah ada warung kecil, gazebo dan joglo (bangunan adat suku Jawa).




 



Jika Anda dari Jogja, mencari rute arah Jalan Wonosari melewati Piyungan, Patuk dan sampai pada Pertigaan Sambi 7 masuk ke arah Nglipar. Kemudian ikuti arah jalan ini sampai di pertigaan yang ada tugu di tengah-tengah jalan. Dari pertigaan tersebut belok kiri/arah Ngawen (kalau lurus arah wonosari kota). Setelah itu Pertigaan Ngrempak ambil kiri arah Desa Pilangrejo, sampai di balai Desa Pilangrejo masuk arah Embung Sriten. 

Catatan: saya sarankan tidak memakai motor matic karena menurut saya berbahaya pada saat turunan, karena motor ini hanya mengandalkan pengereman saja. Lebih baik memakai motor bebek atau motor laki-laki. 

Anda juga bisa menemukan Embung Sriten ini dengan bantuan GPS dengan koordinat berada pada S7°49'56" E110°37'54

Friday, 13 March 2015

Air Terjun Curug Bayat (Curug Indah Tegal Rejo) Gunungkidul

Sesuai namanya air terjun atau curug ini dinamakan Curug Indah Tegalrejo karena lokasi air terjun ini di Desa Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya lagi berbatasan dengan Kabupaten Klaten, letaknya di selatan Kecamatan Bayat. Air terjun ini memiliki mata air yang jernih jika tidak terkena hujan, maklum kalo hujan ya airnya coklat dan keruh karena di atas sebelah kanan dan kiri adalah pegunungan. Untuk menuju tempat ini saya sarankan lebih baik lewat Klaten karena walaupun berada di Gunungkidul, jarak dari Kecamatan Bayat tidak terlalu jauh dan misalkan anda dari Jogja melewati Pathuk kemudian Wonosari akan membuang banyak waktu anda. Rute yang saya sarankan dari Jogja menuju tempat ini adalah sbb :

- Jogja - Prambanan - Tegalmas - Stasiun Srowot - Pasar Wedi - Kecamatan Bayat - Kodim Bayat - Kelurahan Tegalrejo - Curug

Jalan yang dilalui mulai dari Jogja - Kelurahan Tegalrejo sudah diaspal, dari Kelurahan sampai curug jalan agak berubah dan mulai menanjak serta jalan tidak rata dan ada sedikit bebatuan, keep safety aja. Disamping adalah tempat parkir sepeda motor serta jalan yang harus dilalui untuk sampai ke Curug ini, cukup memberi pengalaman yang seru kok,...






Atraksi wisata yang dapat anda lakukan disini antara lain : mandi, tapi saya sarankan jangan mencoba menaiki tebing diatas lalu kemudian terjun bebas ke bawah hal ini sangat berbahaya karena banyak bebatuan cadas dibawahnya. Kemudian anda juga bisa berfoto disini dengan background air terjun atau sungai yang mengaliri air terjun ini juga sangat eksotis. Ada juga jembatan kayu yang cocok untuk dijadikan lokasi preweed kamu tuh,...  



Nih, tak kasih gambar sungai nya, tapi ini warna pohonya tetep ijo loh seharusnya, pada waktu itu pas njepret lupa ngeset warna alhasil dapetnya kaya gitu karena keburu ada acara yang mendadak whahaow.

O iya untuk tiket masuk sepertinya gratis karna pada waktu kesana tidak aja petugas yang jaga dan sepertinya pengelola curug ini masih kurang serius untuk mengembangkan tempat nan eksotis ini, ya mudah-mudahan dari dinas terkait khususnya Dinas Pariwisata Gunungkidul lebih memperhatikan dan mulai mengembangkan kawasan ini dengan membentuk POKDARWIS di desa ini agar lebih bermanfaat dan memberikan tambahan ekonomi warga sekitar.




Monday, 12 January 2015

Jalan-Jalan ke Air Terjun Suwono Ngawi

 

Sore itu ternyata menjadi waktu yang sangat berharga untuk saya, kenapa ? Karna bisa melihat keindahan air yang mengalir deras di Kabupaten Ngawi. Pada sore itu kami berlima akhirnya berangkat dengan jalan kaki menuju salah satu air terjun yang katanya bagus (dibisikin anak-anak Dukuh Banjaran). Pasalnya kami sedang ada kegiatan KKN di Dukuh Banjaran tersebut, dan kurang enak rasanya kalau anak KKN tidak mengeksplor tempat-tempat menarik disekitar tempat pondokan. 

Akhirnya perjalanan kaki menuju Air Terjun Suwono yang terletak di Dusun Hargosari (kalau tidak salah) dimulai. Rombongan terdiri dari saya sendiri, dua orang sahabat KKN Deny Ardian dan Bayu Eko Pranoto serta tiga remaja asli Banjaran yaitu Setiawan, Ilham dan Syaifudin. 

Perjalanan kami tempuh sekitar satu jam lamanya, melewati alas (hutan) yang penuh dengan tumbuhan seperti pinus dan bambu. Kondisi medan yang naik turun menjadikan perjalanan kami agak lama karena sesekali berhenti untuk beristirahat. Sesekali menyapa penduduk yang sedang beraktifitas diluar rumah, ada beberapa penduduk yang sedang menyadap getah pinus. 
 

 Setelah melewati beberapa desa akhirnya suara gemricik airpun mulai terdengar. Angin sepoy-sepoypun menghampiri kami. Segarnya suasana mulai terasa disekitar air terjun satu ini. Akhirnya perjalanan sampai dan cukup melelahkan juga. Di sekitar air terjun banyak sekali bebatuan besar yang tersebar di aliran arus air dibawah air terjun itu. Setelah sampai di Air Terjun Suwono mata saya langsung terpejam dan seraya dalam hati berucap WOW luar biasa ciptaaan Tuhan. 

Keadaan air yang jernih membuat saya ingin merasakan sensasi membasuh muka dengan air ini, benar sekali rasanya segaarrr brrrr dicampur dengan suasana yang dingin membuat saya ingin berlama-lama bermain dengan air ini. sekian cerita saya,,,,,,