Ads

Thursday, 7 May 2015

Embung Sriten, Nglipar, Gunungkidul dan Puncak Magir

Mau ke Embung Sriten ? atau sedang mencari referensi tentang Embung Sriten yang berada di Gunungkidul ini ? Gak tahu jalan menuju Embung Sriten ? yukk disimak postingan berikut ini

Profil Embung Bathara Sriten

Gambar Embung Sriten (Jogja.co)
Embung Sriten terletak di Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul. Embung yang diresmikan secara langsung oleh Bapak Sri Sultan Hamengku Buwana X ini merupakan embung yang digadang-gadang menjadi salah satu daya tarik wisata di agrowisata ini.  

Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang embung yang berada diatas Gunung Batur Agung ini. Selain itu di area ini ada puncak tertinggi namanya Puncak Magir.

Embung Sriten diproyeksikan sebagai agrowisata kebun buah menggis dan kelengkeng di perbukitan Batur Agung. Gunung Batur Agung itu sendiri merupakan puncak gunung tertinggi di Gunungkidul atau Puncak Tugu Magir dengan ketinggian sekitar 896 mdpl.


Gambar Puncak Tugu Magir (Kedaisusu01.blogspot.com)
Menikmati pesona embung diatas awan dan pemandangan yang luar biasa indah dengan view 360 derajat kawasan persawahan, perkampungan, perbukitan, dan beberapa wilayah Klaten seperti Rawa Jombor, Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Sleman, Gunung Kidul dan Yogyakarta (kedaisusu01.blogspot.com).
Disini juga sudah ada warung kecil, gazebo dan joglo (bangunan adat suku Jawa).




 



Jika Anda dari Jogja, mencari rute arah Jalan Wonosari melewati Piyungan, Patuk dan sampai pada Pertigaan Sambi 7 masuk ke arah Nglipar. Kemudian ikuti arah jalan ini sampai di pertigaan yang ada tugu di tengah-tengah jalan. Dari pertigaan tersebut belok kiri/arah Ngawen (kalau lurus arah wonosari kota). Setelah itu Pertigaan Ngrempak ambil kiri arah Desa Pilangrejo, sampai di balai Desa Pilangrejo masuk arah Embung Sriten. 

Catatan: saya sarankan tidak memakai motor matic karena menurut saya berbahaya pada saat turunan, karena motor ini hanya mengandalkan pengereman saja. Lebih baik memakai motor bebek atau motor laki-laki. 

Anda juga bisa menemukan Embung Sriten ini dengan bantuan GPS dengan koordinat berada pada S7°49'56" E110°37'54

Friday, 13 March 2015

Air Terjun Curug Bayat (Curug Indah Tegal Rejo) Gunungkidul

Sesuai namanya air terjun atau curug ini dinamakan Curug Indah Tegalrejo karena lokasi air terjun ini di Desa Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya lagi berbatasan dengan Kabupaten Klaten, letaknya di selatan Kecamatan Bayat. Air terjun ini memiliki mata air yang jernih jika tidak terkena hujan, maklum kalo hujan ya airnya coklat dan keruh karena di atas sebelah kanan dan kiri adalah pegunungan. Untuk menuju tempat ini saya sarankan lebih baik lewat Klaten karena walaupun berada di Gunungkidul, jarak dari Kecamatan Bayat tidak terlalu jauh dan misalkan anda dari Jogja melewati Pathuk kemudian Wonosari akan membuang banyak waktu anda. Rute yang saya sarankan dari Jogja menuju tempat ini adalah sbb :

- Jogja - Prambanan - Tegalmas - Stasiun Srowot - Pasar Wedi - Kecamatan Bayat - Kodim Bayat - Kelurahan Tegalrejo - Curug

Jalan yang dilalui mulai dari Jogja - Kelurahan Tegalrejo sudah diaspal, dari Kelurahan sampai curug jalan agak berubah dan mulai menanjak serta jalan tidak rata dan ada sedikit bebatuan, keep safety aja. Disamping adalah tempat parkir sepeda motor serta jalan yang harus dilalui untuk sampai ke Curug ini, cukup memberi pengalaman yang seru kok,...






Atraksi wisata yang dapat anda lakukan disini antara lain : mandi, tapi saya sarankan jangan mencoba menaiki tebing diatas lalu kemudian terjun bebas ke bawah hal ini sangat berbahaya karena banyak bebatuan cadas dibawahnya. Kemudian anda juga bisa berfoto disini dengan background air terjun atau sungai yang mengaliri air terjun ini juga sangat eksotis. Ada juga jembatan kayu yang cocok untuk dijadikan lokasi preweed kamu tuh,...  



Nih, tak kasih gambar sungai nya, tapi ini warna pohonya tetep ijo loh seharusnya, pada waktu itu pas njepret lupa ngeset warna alhasil dapetnya kaya gitu karena keburu ada acara yang mendadak whahaow.

O iya untuk tiket masuk sepertinya gratis karna pada waktu kesana tidak aja petugas yang jaga dan sepertinya pengelola curug ini masih kurang serius untuk mengembangkan tempat nan eksotis ini, ya mudah-mudahan dari dinas terkait khususnya Dinas Pariwisata Gunungkidul lebih memperhatikan dan mulai mengembangkan kawasan ini dengan membentuk POKDARWIS di desa ini agar lebih bermanfaat dan memberikan tambahan ekonomi warga sekitar.




Monday, 12 January 2015

Jalan-Jalan ke Air Terjun Suwono Ngawi

 

Sore itu ternyata menjadi waktu yang sangat berharga untuk saya, kenapa ? Karna bisa melihat keindahan air yang mengalir deras di Kabupaten Ngawi. Pada sore itu kami berlima akhirnya berangkat dengan jalan kaki menuju salah satu air terjun yang katanya bagus (dibisikin anak-anak Dukuh Banjaran). Pasalnya kami sedang ada kegiatan KKN di Dukuh Banjaran tersebut, dan kurang enak rasanya kalau anak KKN tidak mengeksplor tempat-tempat menarik disekitar tempat pondokan. 

Akhirnya perjalanan kaki menuju Air Terjun Suwono yang terletak di Dusun Hargosari (kalau tidak salah) dimulai. Rombongan terdiri dari saya sendiri, dua orang sahabat KKN Deny Ardian dan Bayu Eko Pranoto serta tiga remaja asli Banjaran yaitu Setiawan, Ilham dan Syaifudin. 

Perjalanan kami tempuh sekitar satu jam lamanya, melewati alas (hutan) yang penuh dengan tumbuhan seperti pinus dan bambu. Kondisi medan yang naik turun menjadikan perjalanan kami agak lama karena sesekali berhenti untuk beristirahat. Sesekali menyapa penduduk yang sedang beraktifitas diluar rumah, ada beberapa penduduk yang sedang menyadap getah pinus. 
 

 Setelah melewati beberapa desa akhirnya suara gemricik airpun mulai terdengar. Angin sepoy-sepoypun menghampiri kami. Segarnya suasana mulai terasa disekitar air terjun satu ini. Akhirnya perjalanan sampai dan cukup melelahkan juga. Di sekitar air terjun banyak sekali bebatuan besar yang tersebar di aliran arus air dibawah air terjun itu. Setelah sampai di Air Terjun Suwono mata saya langsung terpejam dan seraya dalam hati berucap WOW luar biasa ciptaaan Tuhan. 

Keadaan air yang jernih membuat saya ingin merasakan sensasi membasuh muka dengan air ini, benar sekali rasanya segaarrr brrrr dicampur dengan suasana yang dingin membuat saya ingin berlama-lama bermain dengan air ini. sekian cerita saya,,,,,,



Wednesday, 10 December 2014

Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk Gunungkidul yang Exotis

Menelusuri jejak Gunung Api Purba Nglanggeran




Selamat berjumpa lagi sobat ku semua, kali ini saya mau menulis artikel tentang jejak-jejak Gunung api Purba Nglanggeran.

Langsung aja kita mulai ya, Gunung Api purba atau Gunnung Api Nglanggeran merupakan gunung berapi pada jaman dahulu dan sekarang gunung api ini tidak aktif lagi sejak kurang lebih ratusan tahun yang lalu. Gunung ini terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang masih berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenapa disebut Gunung Api Nglanggeran yaitu karena letak Gunung ini yang berada di Desa Nglanggeran.

Untuk menuju lokasi tidaklah sulit kawan, kalau dari JOGJAKARTA kita bisa mengambil rute dari terminal Giwangan kemudian cari bus yang menuju ke arah Wonosari setelah itu kita turun di kecamatan Patuk dan dari patuk kita naik ojek dari situ. Dari terminal Giwangan menuju Patuk kira kira 1,5 jam dan dari Patuk ke Gunung Api Purba kira kira sekitar 20an menit.

Perjalanan saya dimulai dari Klaten, karena saya adalah orang Klaten (bangga) haha... Sebelumnya saya kasih tahu tujuan pertama kali saya datang ke Gunung Api Purba ini adalah untuk mencari informasi mengenai apa yang ada di Gunung Api Purba sebagai salah satu objek wisata di Gunung Kidul yang mengusung konsep wisata ekowisata (ecotourism). Pada hari itu Kamis, 28 November 2013 saya dan teman saya pergi ke Gunung Api Purba ini dengan alat transportasi sepeda motor. Rute yang saya lewati adalah Klaten-Prambanan-Piyungan-Patuk-Nglanggeran. Waktu tempuh saya dari Klaten lewat rute ini kira-kira 1,5 jam. Namun, jika anda pergi di musim liburan high season bersiaplah untuk melawan kemacetan terutama di jalan-jalan kota seperti bandara Adisujipto, Malioboro, Keraton, dan Candi Prambanan.

Untuk biaya masuk ke objek wisata ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran ini kami dikenakan tarif sebesar Rp5000,-/pax dan parkir sepeda motor Rp2000,-/motor. Tarif sebesar Rp5000,- /pax merupakan tarif masuk objek pada siang hari, dan pada malam hari tiket masuknya sebesar Rp7000,-/pax. Kaget? Ya pertanyaan muncul ketika kami ingin mmembeli tiket di pos penjagaan retribusi disana memang ada dua tiket masuk pertama adalah siang hari dan kedua, adalah malam hari. Menurut Mas Agus beliau adalah salah satu pemandu yang sekaligus anggota dari kelompok taruna desa Nglanggeran yang ikut berpartisipasi dalam pengelolaan objek wisata ini, menuturkan bahwa selain siang hari banyak wisatawan yang datang kesini pada malam hari. Mereka datang kesini untuk camping untuk tujuan makrab ataupun pribadi untuk mengambil moment sunset/sunrise, tuturnya.

Perlu anda ketahui bahwa Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan kawasan ekowisata, jadi konsep ekowisata merupakan sebuah konsep wisata yang didalam kegiatan utamanya bertujuan untuk kelestarian lingkungan. Menurut Fandeli (1995), terdapat tiga dimensi didalam sebuah objek ekowisata yaitu dimensi konservasi, dimensi pendidikan, dan dimensi kerakyatan.

Dimensi Konservasi maksudnya adalah sebuah objek ekowisata harus mampu menjaga dan melestarikan alam objek yang ada didalamnya. Jadi dengan adanya upaya kelestarian alam ini diharapkan sebuah ekodestinasi sampai pada suatu saat nanti tidak akan mengalami kerusakan alam terutama yang ditimbulkan oleh kegiatan manusia. Dimensi Pendidikan yang dimaksud disini yaitu sebuah objek ekodestinasi memiliki kegunaan sebagai tempat untuk melakukan sebuah penelitian. Di Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan objek yang banyak diteliti oleh para akademisi untuk keperluan akademis misalnya dari arkeologi, geografi, dll. Kemudian dimensi Kerakyatan, yaitu memberdayakan rakyat disekitar atau masyarakat disekitar objek ini yaitu pada prinsipnya didalam pengelolaan, perencanaan, dan aktualisasinya dilakukan oleh masyarakat sekitar itu sendiri mulai dari pemuda-pemudi karang taruna desa, kelompok sadar wisata desa itu dan kelompok ibu-ibu pkk.

Pendakian
Untuk mencapai puncak Gunung Api Purba yang eksotis nan cantik, kita melewati beberapa pos pendakian sepertinya ada lima pos pendakian. Kelima pos tersebut memiliki kondisi medan/jalur yang exstreem. Tetapi menurut saya jalur yang paling exstreem adalah jalur pendakian pos pertama, karena dijalur ini kita harus berjalan diantara apitan dua gunung yang besar dan jaraknya sangat sempit hanya dapat dilewati satu orang dan harus antri.

Untuk menuju puncak waktu yang dibutuhkan kira-kira 1,5 jam itu jika tanpa istirahat sob, artinya Jalan terus. Tapi waktu yang panjang itu sepertinya tidak akan terasa ketika sudah sampai di puncsk yang pemandanganya WOW banget Sob. Coba aja datang dan buktikan sendiri.

Fasilitas yang ada di Gunung Api Purba
-          -Pendopo (bisa menyewa jika akan dibutuhkan)
-          -Toilet dan Kamar mandi
-          - Homestay
-          - Mushola
-          - Tempat parkir
-          - Gazebo di pos-pos pendakian


Akhirnya sekian yang dapat saya ceritakan, kurang lebih saya mohon maaf . Terimakasih atas kunjunganya      

Tugu Kecamatan Wedi

Sebagai salah satu kecamatan yang masuk Kabupaten Klaten, Kecamatan Wedi akhir-akhir ini mulai berbenah. Banyak proyek yang sudah selesai dikerjakan diantaranya pembangunan Pasar Wedi, pelebaran jalan hingga pembangunan sebuah tugu yang berada persis di depan Kantor Kecamatan Wedi.

Sebagai sentra industri konfeksi Kecamatan Wedi memang layak mendapat julukan tersebut karena banyak sekali tempat-tempat yang memproduksi beragam pakaian baik kaos maupun batik. Selain kaos dan batik ternyata ada salah satu tempat di Kecamatan Wedi yang dijuluki Kampung Sablon. Di Kampung sablon ini banyak sekali perajin yang menggantungkan hidupnya dari usaha menyablon. Lokasi kampung ini berada di Desa Krangkungan sebelah barat Jembatan Jagalan. 

Jika anda berkunjung ke Kabupaten Klaten, belum enak rasanya kalau belum ke sentra-sentra kerajinan yang ada di sini. Jika anda ingin melihat-lihat koleksi batik, anda bisa mampir ke Konfeksi Batik Rizki yang berada di selatan Masjid Nurul Jami' kurang lebih 100m kanan jalan. Di tempat ini menyediakan berbagai macam baju batik mulai dari anak-anak remaja hingga dewasa. Selain harganya miring disini anda juga dapat memesan baju untuk keperluan acara anda seperti baju sinoman, baju seragam ibu pkk, seragam pengajian dll.