Ads

Wednesday, 10 September 2014

Kebun Teh Jamus Pariwisata Berbasis Agrowisata di Kabupaten Ngawi

Jumpa lagi sob, kali ini ane mau cerita pengalaman ane saat berkunjung ke salah satu tempat wisata di Kabupaten Ngawi. Selain Museum Trinil ada beberapa objek wisata alam yang harus kita kunjungi di Ngawi,  salah satunya yaitu Kebun Teh Jamus yang terletak di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kebun Teh Jamus memiliki hamparan area seluas 478ha dengan ketinggian 800-1200 dpl, bisa dibayangkan betapa sejuknya udara dan segarnya udara disana bukan? 

Kebun Teh Jamus ini selain memiliki pemandangan yang eksotis landscape alamnya juga memiliki spot-spot yang dapat menjadi daya tarik wisata ketika sobat traveler berkunjung ke sana, dan kali ini saya akan mengeshare  pengalaman saya ketika berada di Kebun Teh yang menjadi salah satu tempat agrowisata di Ngawi. Spot-spot daya tarik tersebut diantaranya :

1. Pabrik Teh PT. Candiloka


Didirikan pada tahun 1928 oleh Belanda, sampai saat ini pabrik ini masih berfungsi dengan baik. Didalam pabrik kita bisa melihat aktifitas para karyawan yang sedang mengeringkan daun teh dengan menggunakan mesin-mesin yang masih terbilang jadul, karena masih menggunakan bahan-bahan dari kayu untuk menghasilkan tenaga dari mesin-mesin tersebut. Untuk masuk kedalam pabrik ini pengunjung bisa ijin dahulu kepada security di luar pabrik.





2. Museum Listrik Van Der Rappart


Museum listrik berkekuatan 20kva didalamnya merupakan pembangkit listrik tenaga air yang masih menggunakan mesin-mesin jadul juga buatan Tiongkok. Anda bisa melihat secara langsung turbin dan roda dari besi yang beratnya mencapai hampir dua ton dan orang-orang menyebutnya roda gila. Fungsi dari pembangkit listrik ini pada jamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik yang digunakan di pabrik dan kebutuhan untuk perawatan lingkungan di sekitar kebun. Tiket masuk kedalam museum free



3. Makam Keluarga Van Der Rappart


Tidak jauh dari Museum Listrik Van Der Rappar kita bisa menjumpai makam dari pendiri kebun teh tersebut yaitu Keluarga Van Der Rappart. Loaksi makam ini unik karena persis di area kebun teh dan di sampingnya terdapat dua pohon yang menjulang tinggi sebagai simbol kebaikan dan kejahatan. Di makam ini terdapat tiga makam yaitu Istri Van Der Rappart (paling kiri), Van Der Rapart (tengah) dan satu lagi adalah putra dari Van Der Rappart (kanan). Tiket masuk makam free












4. Pembibitan Teh

Bagi wisatawan yang ingin mengetahui seluk beluk tentang pembibitan teh mulai dari pemilihan bibit, cara menanam yang baik, sampai perawatan dapat berkunjung langsung ke lokasi pembibitan teh yang ada di Kebun Teh Jamus. Disini biasanya banyak para kalangan akademisi mengadakan suatu penelitian yang berkaitan dengan pertanian khususnya tentang teh. Tiket masuk ke lokasi pembibitan ini free






5. Kolam Pemandian Sumber Lanang


Merasakan suasana berenang di antara kebun teh diatas ketinggian 1000dpl adalah suatu pengalaman yang tidak akan terlupakan. Air yang selalu jernih yang berasal langsung dari mata air sumber lanang membuat badan ini serasa ingin mandi berlama-lama di kolam pemandian ini. Di tempat ini juga sudah terdapat fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh para wisatawan diantaranya : kamar mandi, mushola, warung makan dll. Tiket masuk kolam pemandian hanya Rp2000,- sangat murah bukan. 




Anak-anak sedang berenang di kolam pemandian sumber lanang, byuuuurrrrrrrr












6. Borobudur Hills 


Borobudur Hills adalah sebuatan untuk bukit teh yang satu ini, kenapa dinamakan borobudur hills karena bukit ini membentuk sebuah pola candi yang mirip dengan candi Borobudur yang ada di Magelang. Wisatawan dapat menaiki bukit ini hingga ke puncak dengan berjalan kaki melewati tangga yang sudah ada. Di atas puncak terdapat gazebo yang dapat digunakan wisatawan untuk menikmati pemandangan kebun teh dari atas. Anda bisa melihat hijaunya kebun teh dan Kota Ngawi dari bukit Borobudur Hills ini.




7. Brisbane Van Jamus
 
Pemandangan seperti ini hanya bisa anda lihat ketika berada di Jamus. Suasana pagi hari dari sekitaran bumi perkemahan "Kantil Idaman". Dari gazebo itu wisatawan dapat melihat desa hingga kota yang berada di bawah Kebun Teh Jamus diantaranya Desa Girikerto, Desa Ngrendeng, Kecamatan Sine, Kecamatan Ngrambe, Kecamatan Jogorogo dll. 








8. Bumi Perkemahan Kantil Idaman Jamus


Satu lagi kegiatan yang dapat dilakukan di Kebun Teh Jamus yaitu Berkemah. Yaps disana telah disediakan area untuk bumi perkemahan yang dinamakan Bumi Perkemahan Kantil Idaman Jamus demikian nama tersebut karena lokasinya berada diantara pohon kantil yang cukup besar dan menjadi idaman wisatawan ketika kesana karena tempat ini sejuk dan luas sembari menikmati suasana sejuk di area ini anda bisa membeli makanan/minuman yang ada di sekitar area ini.




Area untuk tempat berkemah, sejuk dan dihiasi pepohonan di sekelilingnya. Banyak sekali sekolah-sekolah dari dalam kota maupun luar Kota Ngawi sengaja memilih berkemah di Kebun Teh Jamus ini karena memang suasana yang masih sejuk dan sudah tersedianya berbagai fasilitas umum yang menunjang untuk acara - acara seperti itu.

Di area perkemahan ini sudah terdapat fasilitas seperti pendopo, kamar mandi/wc, mushola, dan gardu pandang/gazebo. Selain itu juga ada warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman serta souvenir dan oleh-oleh khas Kebun Teh Jamus.


Namun sayang sekali pada waktu kesana penjual makanannya belum buka karena mungkin saya datangnya terlalu pagi jadi pada belum buka. Warung-warung ini menjajakan barang daganganya berupa makanan ringan, minuman, ada juga bakso/mie ayam dan tidak ketinggalan oleh-oleh asli Kebun Teh Jamus itu sendiri yang berupa aneka macam hasil olahan yang terbuat dari teh seperti sabun herbal dari teh, teh hijau, teh putih, teh rasa kopi, teh hitam, teh merah, teh putih, benalu teh dll.





Harga mulai Rp5000,- silahkan dicoba khasiat tehnya ada juga teh untuk mengobati kanker, teh untuk melangsingkan tubuh juga ada dll.

Silahkan datang kesini dan mencoba langsung menikmati seduhan teh secara langsung sembari menikmati pemandangan yang indah bersama teman atau keluarga Anda.

Pas banget kalo pagi hari / sore hari menikmati seduhan teh disini karena hawa yang dingin kemudian diberi kehangatan oleh secangkir teh bisa membuat pikiran kita menjadi lebih fresh dan segar kembali. 





9. Landscape



Pemandangan kayak gini hanya ada di Kebun Teh Jamus Ngawi lho gaes, coba buktikan aja......

Hamparan kebun teh yang luas dan bergaris-garis ini merupakan  salah satu daya tarik wisata ketika Anda berkunjung ke kebun Teh yang masih berada di Kabupaten Ngawi Jawa Timur ini.






Bule aja yang datang jauh-jauh dari Perancis juga terkesan dengan Kebun Teh Jamus.

Memang selain wisatawan domestik adapula wisatawan dari luar yang kepincut oleh pemandangan alam Kebun Teh Jamus dan para pemetik tehnya yang ramah-ramah, maka tak jarang para wisatawan mancanegara tersebut ikut serta dalam kegiatan pemetikan teh di kebun.






Nih ada lagi yang dari Bekasi, Semarang sama Jogja juga pada kesini, kamu kapan kesini? 

Banyak pula para teman-teman mahasiswa yang datang jauh-jauh untuk melakukan penelitian di Kebun Teh Jamus ini. Ada yang sekedar untuk Job Training di Pabrik, ada juga yang meneliti kandungan apa saja yang ada di dalam daun teh. 








Ada yang suka treking juga nih.....

Ini adalah salah satu rombongan dari Jogja yang sedang treking ke atas Kebun teh Jamus. 
Mereka rela pagi-pagi bangun hanya untuk melihat sunrise dari atas bukit atau tepatnya di puncaknya kebun teh ini.

"Cukup lelah dan kelelahan itu terbayar sudah ketika sudah nyampe puncak dan melihat munculnya matahari terbit yang masih kemerah merahan", ucap Isa Almakhi salah satu rombongan treking tsb.











Monday, 8 September 2014

Desaku Girikerto, Desa Budaya di Kaki Gunung Lawu Ngawi

  Di Desa Girikerto banyak kita jumpai pemandangan alam yang indah mulai dari terasering yang tersusun rapi dikelilingi padi yang berwarna hijau, hingga kekayaan alam yang melimpah seperti air bersih yang selalu ada dan mengalir terus menerus yang berasal dari Sumber Air Koso sehingga warga cukup membeli sebuah pipa paralon untuk mengalirkan air menuju ke rumahnya dan tidak perlu membuat atau menggali sumur. Uniknya Sumber Air Koso ini tidak pernah berhenti mengalirkan air untuk kemakmuran masyarakat disana, dan maka dari itu setiap tahunya di Sumber Air Koso itu selalu diadakan acara seperti syukuran/nyadran sebagai simbol rasa bersyukur masyarakat karena telah diberi kemakmuran, ketentraman, keamanan dll. 

   Didalam acara syukuran itu para warga masyarakat berbondong-bondong datang ke sumber air tersebut, selain dari warga masyarakat yang hadir ternyata pada saat itu pula kami juga menjumpai wisatawan yang sedang menyaksikan acara budaya ini.  Setiap keluarga membawa satu tenggok yang didalamnya berisi makanan hasil pertanian dan olahan masyarakat. Kemudian makanan tersebut dikumpulkan menjadi satu dan dibagikan kepada semua yang datang dalam perayaan syukuran/nyadran tersebut. Acara tersebut  sangat meriah karena semua warga berkumpul dan membaur menjadi satu di tempat tersebut dan yang paling seru adalah ketika ada beberapa orang yang sengaja ditarik untuk diceburkan ke dalam sumber air tersebut dan tidak terkecuali para kepala dusun yang hadir dalam acara tersebut.


Selain temuan-temuan diatas masih ada satu temuan yang ada di Dusun Girikerto yaitu kepedulian warga terhadap kedatangan mahasiswa kkn cukup tinggi terbukti jika kami mendatangi salah seorang rumah warga setidaknya kita diberi hasil pertanian mereka seperti tomat, ketela, jipang dll.




Saturday, 5 July 2014

Pendaftaran Mahasiswa S1 Pariwisata Alih Jenis UGM 2014

UGM kembali membuka jalur pendaftaran untuk yang terakhir kalinya sesuai dengan Keputusan Rektor bahwa Progam Studi Alih Jenis hanya dapat membuka sampai dengan tahun 2014. Maka dari itu disini akan saya share sedikit informasi mengenai jadwal pendaftaran untuk progam S1 Pariwisata Alih Jenis UGM





Diatas sudah tertulis bahwa :
- pendaftaran dibuka mulai tanggal 7 Juli - 23 Juli 2014
- waktu dan tempat seleksi tanggal 25 Juli 2014 di Ruang Multimedia Gd. Margono lt II
- Materi Ujian : tertulis dan wawancara


Syarat
- Mengisi formulir (disediakan di Prodi Pariwisata FIB UGM)
- menyerahkan foto 3x4 (2buah)
- Fotokopi ijazah yang sudah dilegalisasi dan trasnskip nilai
- IPK min 3.00 dan masa studi tidak lebih dari tiga tahun
- Membayar Pendaftaran Rp300.000,- dibayarkan di bag. Keuangan FIB UGM




Semoga Informasi ini bermanfaat untuk saudara semua, terimakasih


tag : Pendaftaran S1 Pariwisata, Pariwisata UGM, Pariwisata Alih Jenis, Jadwal Pendaftaran Alih Jenis, Pariwisata UGM 2014, Pendaftaran Pariwisata UGM 2014

Tuesday, 3 June 2014

Catatan singkat perjalanan ke Banyuwangi (The Sunrise Of Java)



Trip ke Taman Nasional Baluran dan Pulau Merah

Kereta api Sri Tanjung Lempuyangan-Banyuwangi Baru


Langsung aja ga pake lama, setelah seminggu sebelumnya beli tiket di Stasiun Lempuyangan akhirnya pagi itu terlaksana juga naik kereta untuk yang kedua kalinya (bagi saya hehe). Sekitar jam 07.10 WIB saya sudah nyampe ke Stasiun Lempuyangan (takut ketinggalan kereta) karena di dalam jadwal keretanya tertera jam 07.45 WIB mulai berangkat, sampai di Stasiun ternyata sudah ada temen yang sudah mendahului saya Si Juminten dan Cici (panggilan akrabnya). Selang tidak lama temen yang lain juga mulai berdatangan. Jumlah rombongan yang ikut trip ini adalah sepuluh orang, jam sudah menunjukan pukul 07.30 WIB dan yang baru datang ada tujuh orang, tinggal sisa dua orang lagi. Ya udah tunggu aja mungkin lagi otw”, kata salah satu dari teman saya. Menit demi menit sudah berlalu tinggal 10 menit lagi kereta mau berangkat dan kedua orang teman saya belum juga kelihatan hidungnya, semua rombongan mulai panik benar saja hla wong yang belum datang itu yang bawa tiket, dan temen-temen mengira mungkin ini cuma iseng agar heboh aja, e hla sudah di sms, di telpon segala macem juga tidak ada respon, wah gagal nih ke Banyuwangi (dalam hati).    Ayo-ayo pada kemana sih kog belum dateng-dateng, hmmm (mulai gelisah tidak karuan).
Stasiun yang dilewati Sri Tanjung
Kereta sudah mulai terdengar suara mesinya dan announcement-pun sudah di ucapkan, tapi dua orang yang bawa tiket ini belum juga nongol, walah-walah kepie iki (waduh-waduh gimana nie). Ya sudah akhirnya rombongan yang sudah tiba di stasiun tadi mencoba untuk memberi kabar kepada petugas bagian tiket bahwa tiket kita di pegang sama teman yang belum datang sampai sekarang dan misalkan dibuatkan tiket lagi gimana Mbak, bisa gak ya “ tanya salah satu teman saya. Petugas menjawab “ mohon maaf tiket cuma bisa dicetak satu kali saja, ditunggu aja temannya mungkin lagi dalam perjalanan. Tinggal kurang dari lima menit dengan wajah yang biasa-biasa aja akhirnya yang bawa tiket datang, sambil mengambil tiket-tiket yang ada di tas si Rani yang bawa tiket dadi bilang “ Sorry yo cah tangiku kawanen hehe. Balik ke rombongan tadi, akhirnya tinggal satu orang lagi yang belum datang sambil menyiapkan KTP untuk pemeriksaan tiket dan beberapa orang sudah mulai memasuki ruang tunggu mau naik kereta, akhirnya si Dendy dengan cepatnya menghampiri rombongan. Alhamduillah akhirnya semua bisa ikut juga trip kali ini. Langsung saja semua rombongan naik ke atas kereta dan mulai menikmati suasana kereta kelas ekonomi yang full AC Sri Tanjung, cukup murah juga dengan Rp50.000,- kita sudah sampai ke Stasiun Banyuwangi Baru (Stasiun pemberhentian paling akhir dari kereta Sri tanjung) . Stasiun Banyuwangi Baru merupakan stasiun paling ujung timur di Pulau Jawa dan berdekatan pula dengan Pelabuhan Ketapang (pelabuhan penyeberangan dari P. Jawa ke P. Bali).

Makan Bersama di depan Pelabuhan Ketapang
Berangkat jam 07.45 WIB dan akhirnya sampai di Banyuwangi jam 20.45 WIB perjalanan yang cukup membuat perut ini lapar meskipun dari rumah sudah dipersiapkan amunisi yang cukup banyak. Setelah sampai di banyuwangi kemudian rombongan kami berencana untuk istirahat dan mencari tempat makan di sekitar pelabuhan. Dalam perjalanan mencari sesuap nasi hhehe, ketemu dengan seorang bapak-bapak yang menawarkan jasa angkot.
Mau kemana mbak mas” tanya Bapak tersebut kepada kita. Mau cari makan pak”, kata Dendy. Masih ngotot juga si bapak yang menawarkan angkot tadi, mau kemana saya antar “ kata bapak sopir angkot. Akhirnya ya sudah disini mulai ada tawar menawar harga untuk perjalanan dari stasiun ke pos Taman Nasional Baluran, dengan kejelian dan kegigihan penawaran harga akhirnya diputuskan sewa angkot dari Stasiun ke Baluran Rp200.000,- dibagi sepuluh orang jadi per-orang kena Rp20.000,-.

Didalam angkot
Urusan transpot selesai, kemudian untuk makan setelah berunding dengan bapak sopir angkot Pak Dadang, akhirnya beliau bersedia menunggu rombongan untuk cari makan, dan makan sampai selesai. Kemudian hampir dua ratus meter berjalan kaki menuju pelabuhan akhirnya diputuskan makan nasi goreng (masakan khas Indonesia banget) ya pada waktu itu per porsi Rp7000,-. Makan selesai dan cuss menuju Taman Nasional Baluran, waktu tempuhnya kira-kira satu setengah jam dari Banyuwangi. Sampai di TN baluran sekitar jam 22.30 WIB dan menuju pos untuk  mencari penginapan di TN Baluran karena sebelumnya denger-denger di TN Baluran ada tempat untuk penginapan gratis ya kita coba tanya, dan hasilnya nol. Kata Petugas “dulu memang dibolehkan tapi sekarang sudah tidak boleh untuk menginap di sana”. Karena bingung mau menginap dimana akhirnya solusi yang diambil satu-satunya tidur di masjid terdekat atau polsek karena di sekitar TN Baluran ada polsek juga tapi lupa namanya polsek mana.

masjid
 Setelah berbicara dengan petugas jaga pos TN Baluran dan bertanya apakah ada masjid terdekat untuk dijadikan tempat untuk bisa tidur. Kemudian si penjaga pos tersebut bilang ada dan kalo mau disekitar masjid tersebut ada homestay juga. Sampai di masjid yang kita cari, jaraknya 100m dari pos jaga, malam itu sudah agak larut sekitar pukul 23.00 WIB sampai di masjid. Kata petugas jaga pos TN Baluran tadi jika kepepetnya mau tidur di emperan masjid silahkan terlebih dahulu izin dengan takmir masjidnya, rumahnya di kiri masjidnya persis.

Homestay
Singkat cerita, kamipun menemukan masjid tersebut dan istirahat sambil diteruskan sholat. Sekitar jam setengah dua belas tiba-tiba kami dihampiri warga sekitar, beliau mengarahkan kepada kami tentang perjalanan selama empat hari tersebut. Kemudian Bapak tersebut yang ternyata memiliki homestay juga mengajak untuk menginap di homestaynya. Akhirnya setelah melakukan perundingan yang cukup singkat kami pun bergegas menuju homestay.


Homestay di sekitar TN baluran yang kita tempati harganya Rp110.000,-/orang itu kita dapat 2 malam menginap dan dapat 3 kali makan di homestay. Homestay milik Pak Iman tersebut memiliki tiga kamar tidur dan satu kamar mandi. yaa cukuplah untuk bermalam 10 orang waktu itu, tapi dicukup cukupin haha.

Pintu Gerbang Baluran
Oke, perjalanan pertama yaitu ke Taman Nasional Baluran sebelum berangkat kita sarapan terlebih dahulu. Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi dan kendaraan untuk membawa kita menelusuri TN Baluran pun sudah siap siaga. Pada waktu itu kita menyewa satu colt pick up perorang kita cukup bayar Rp30.000,- pp. Setelah selesai sarapan dan perutpun kenyang kita langsung cabut dari homestay dan menuju Taman Nasional Baluran. O ya tiket masuk taman nasional ini cukup murah hanya Rp3000,-/orang karna kita masih pelajar. untuk yang dewasa Rp5.000,- terus yang wisatawan mancanegara Rp150.000,-.

Perjalanan yang kita tempuh sebelum singgah di Pantai Bama (pantai yang ada di Taman Nasional Baluran) sekitar dua jam. Selama itu pula kami disuguhi pemandangan yang eksotis seperti tidak ada ditempat lain banyak burung, banteng, rusa dan suasana di Savana Bekol benar-benar seperti suasanan savana Afrika, maka tidak heran jika di Taman nasional ini memiliki sebutan Afrikanya Indonesia ya di Taman Nasional Baluran.


Daftar Harga Tiket


Savana Bekol


Di Savana bekol ini kita bisa melihat pohon yang tumbuh tetapi disekelilingnya hanya ada rumput dan pemandangan Gunung Baluran yang menawan.


Savana Bekol
Disini Anda juga harus berhati-hati karena ada sekelompok kawanan monyet yang liar dan kadang-kadang langsung menyerobot barang bawaan kita. Tipsnya, selalu awasi barang kita jangan sampai kita tinggal begitu saja dan kalo bisa jangan mengeluarkan makanan atau suara-suara seperti plastik bungkus makanan karena hal ini dapat mengundang monyet untuk melancarkan aksinya.

Setelah puas berfoto-foto di Savana Bekol perjalanan selanjutnya adalah ke Pantai Bama.Pantai Bama ini merupakan pantai yang agak landai dan menariknya disana banyak sekali kera ekor panjang yang menghuni pantai ini.

Pantai Bama
Fasilitas di pantai ini juga cukup mendukung seperti mushala, km mandi, kantin dan ada perahu boat juga. Disekitar pantai kita juga dapat menikmati hutan mangrove yang tumbuh di bibir pantai. Pantai ini merupakan satu-satunya pantai yang ada di Taman Nasional Baluran, suasananya yang tenang dan damai disertai angin sepoy-sepoy menjadikan pantai ini cocok sekali untuk menikmati liburan kamu.

Setelah hari mulai meredupkan cahayanya, kita akhirnya menyudahi perjalanan di Taman nasional ini dan destinasi terakhir di Taman Nasional ini adalah pergi ke lokasi pengamatan satwa.




Di atas boat Pantai Bama
Sebelum ke lokasi pengamatan satwa, alangkah baiknya kita mengabadikan momen ketika berada diatas boat keren di Pantai Bama dan taraa.... sekali jepret aja dengan timer di kamera sudah cukup untuk mengabadikan suasana itu.

Lokasi pengamatan satwa sebenarnya rutenya sudah kami lewati di sekitar Savana Bekol, namun karena biasanya hewan-hewan yang ada di Taman Nasional ini kembali ke tempat istirahatnya pada waktu sore hari jadi kami memilih untuk melakukan pengamatan pada sorenya. Setelah melewati beberapa anak tangga, cukup menguras tenaga juga akhirnya sampai ke lokasi pengamatan satwa. Emang bener disini adalah tempat yang cocok untuk melakukan pengamatan karena kita bisa melihat dari segala arah untuk mengamati aktivitas binatang-binatang yang ada di Taman Nasional ini.


Lokasi Pengamatan Satwa


Di tempat ini kita bisa melihat luasnya taman nasional dan satwa-satwa dari atas yang mulai beranjak menuju peristirahatanya.

Kecewa sekali, pada waktu tiba disini batrey kamera sudah habis alhasil gambar cuma dapet jepretan tangan terakhir. Padahal momen kembalinya binatang-binatang ke tempat istirahatnya belum tertangkap yah gimana lagi, mungkin kalo ada rejeki yah bolehlah main-main kesini lag (ngga bosen nih :D)
 
Setelah dari lokasi pengamatan, karena hari sudah mau gelap kami bergegas untuk kembali ke homestay dan mempersiapkan tenaga lagi untuk tour ke Pulau Merah keesokan harinya.

Sebelum meninggalkan homestay



Hari kedua, setelah sarapan pagi sekitar jam delapan pagi kita menuju destinasi yang ada di Banyuwangi yaitu Pulau Merah. Ternyata pada waktu itu disana bersamaan dengan diadaknya event surving yang berskala internasional.


berangkat menuju Pulau Merah

Akomodasi yang kita bawa untuk menuju kesana adalah kita menyewa sebuah angkot yang notabene angkot tadi adalah angkot yang kita tumpangi dari stasiun Banyuwangi Baru menuju pintu masuk TN Baluran.


Yaa Pak Dadang itu nama driver angkotnya tadi. Sungguh perjalanan yang membawa kocak temen-temen satu kelas pada waktu itu, pasalnya Pak Dadang dengan asyiknya mengemudikan Mercedeznya dengan gaya yang unik.

Beliau selalu saja tidak mau mengalah dengan kendaraan di depanya walaupun dari segi fisik Mercedez miliknya jauh lebih termakan usia dibandingkan dengan kendaraan yang Ia salip dengan tidak lupa berkali-kali membunyikan klakson nya. tet tet tetetetetetetet minggir semua akhirnya yang di depan.


Pulau Merah
Cukup banyak wisatawan pada waktu itu yang datang dan menyaksikan perhelatan internasional tersebut. Berangkat jam delapan dan sampai di Pulau Merah sekitar jam setengah sebelas lebih.

Perjalanan menuju ke Pulau Merah tersebut perorang kena biaya Rp65.000,- pp dan pulangnya kita meminta di turunkan di sekitar pelabuhan karena kita mau ke Pulau Bali untuk sekedar menginjakan kakinya di Pulau tersebut dan sekaligus makan malam dan mandi. hehehe


Sore itu kemudian langsung membeli tiket menuju ke Pulau Bali dengan harga tiketnya Rp6.500,-/orang.
Pembelian tiket

Kala itu cukup sepi loket tiketnya dan setelah dapat kartu untuk menyeberang kami berangkat menuju ke kapal yang akan mengangkut rombongan kami.

Sambil menunggu kapal bersandar kita ngopi-ngopi dahulu dan sesekali melihat pemandangan kapal yang sedang bongkar muat barang.



Setelah selesai bongkar muat akhirnya kapal pun bisa dinaiki, dan kita beranjak naik ke kapal. Kala itu cuaca sangat cerah dan hasilnya dapat gambar seperti itu. Pemandangan laut dengan latar belakang gunung yang berdiri tegak nan gagah perkasa, disertai objeknya yaitu bendera sang merah putih sungguh menggambarkan Indonesia yang sangat kaya alam dan budayanya.

Sunset Gunung
Entah kenapa karena timming yang pas atau apa diatas kapal kita bisa melihat langit yang indah sore itu.

Memang keindahan Indonesia tidak akan pernah habis, pesonanya selalu menghipnotis orang-orang disekelilingnya. Namun, jika kita tidak menjaganya tidak mungkin tidak kekayaan alam yang luar biasa ini dimiliki oleh negara lain.


Suasana di Dek tengah Kapal

Sekitar satu jam sudah berlalu kita sampai di Pulau Bali dan lokasi pertama yang kita cari adalah warung makan. Setelah sekitar 600m kita dapat warung makan tersebut dengan menu ayam betutu dengan porsi yang cukup yang dihargai Rp17.000,- per porsi sudah cukup mengenyangkan perut ini.


Kemudian lokasi kedua yang kita cari adalah masjid untuk sholat dan membersihkan diri (mandi maksudnya). Akhirnya nemu juga masjid yang gede tapi kelihatanya yang bagian atas belum selesai di bangun. Akhirnya kita beristirahat di masjid itu. Malamnya sekitar jam sebelas malam kita beranjak meninggalkan Pulau Dewata Bali dan pergi ke Stasiun Banyuwangi Baru untuk perjalanan pulang keesokan harinya.


sampai di Pelabuhan Ketapang
Sampai di Pelabuhan Ketapang dan dengan berjalan kaki sekitar dua ratus meter kita sampai ke Stasiun Banyuwangi Baru. Di Stasiun ini ternyata juga sudah ada orang yang menunggu Sri Tanjung (kereta yang akan kita naiki) dihidupkan. Tanpa pikir panjang namanya juga backpacker kita tidur sejenak di emperan Stasiun sambil menunggu keberangkatan kereta untuk menuju ke Jogjakarta.


Sepertinya hari mulai pagi dan tidak terasa perut sudah keroncongan lagi, di depan Stasiun sepertinya ada orang jualan nasi bungkus. Langsung capcus beli nasi bungkus itu harga Rp5000,-/bungkus menunya ada telur dan ikan. Perut sudah kenyang  dan keretapun sudah meniupkan bunyinya tanda kereta mau diberangkatkan waduhhh,



Catatan singkat ini semoga berguna bagi teman-teman yang ingin atau sudah berencana pergi berwisata ke Banyuwangi, Selamat Berwisata....:D

Savana Bekol. gambar diambil oleh Rizki Abdirahman

Pantai Pulau Merah. gambar diambil oleh Rizki Abdirahman

Savana Bekol. gambar diambil oleh Rizki Abdirahman